Jokowi Ingatkan Waspada di Klaster Keluarga, Kantor dan Pilkada

Senin, 7 September 2020 | 11:12 WIB
LT
NL
WP
Joko Widodo.
Joko Widodo. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan masyarakat agar tetap mewaspadai penyebaran Covid-19 di klaster kantor, keluarga dan pilkada.

"Hati-hati, ini perlu saya sampaikan, hati-hati yang namanya klaster kantor. Yang kedua, klaster keluarga. Hati-hati. Yang terakhir, juga klaster pilkada. Hati-hati ini. Agar ini selalu diingatkan," kata Jokowi pada Sidang Kabinet Paripurna Penanganan Kesehatan dan Pemulihan Ekonomi untuk Penguatan Reformasi Tahun 2021 di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (7/9/2020).

Dia mengatakan pemerintah fokus mengimbau masyarakat waspada di tempat umum. "Karena yang selalu kita kejar-kejar adalah tempat-tempat umum, tempat-tempat publik. Tapi kita lupa bahwa sekarang kita harus hati-hati di klaster-kluster yang tadi saya sampaikan, klaster keluarga," ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, biasanya warga ketika di rumah dan kantor, merasa aman sehingga lupa menerapkan protokol kesehatan. "Karena di rumah kita sudah merasa aman. Justru di situlah, yang kita harus hati-hati. Dalam perjalanan masuk kantor kita juga sudah merasa aman, sehingga kita juga lupa di dalam kantor protokol kesehatan," ungkap Jokowi.

Berkaitan klaster Pilkada, Jokowi telah memerintahkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian untuk berkoordinasi dengan jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dalam penerapan aturan. "Saya minta Pak Mendagri untuk urusan yang berkaitan dengan kluster Pilkada ini betul-betul ditegasi betul. Diberikan ketegasan betul. Polri juga berikan ketegasan mengenai hal ini. Aturan main di Pilkada karena PKPU nya sudah jelas sekali. Jadi ketegasan, saya kira, nanti Menteri Dalam Negeri dan Bawaslu biar betul-betul ini diberikan peringatan keras.

Berdasarkan Pasal 8C Peraturan KPU Nomor 5 Tahun 2020 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pilkada Tahun 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI akan menerapkan protokol kesehatan virus corona (Covid-19) pada seluruh tahapan penyelenggaraan Pilkada serentak 2020. Koordinasi akan dilakukan intensif dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.
Sementara itu, terkait pelaksanaan testing, Presiden Jokowi memerintahkan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto untuk mendesain sistem perencanaan agar dapat dikelola dengan baik dan diterapkan secara merata di berbagai daerah.

Selain itu, lanjut Presiden Jokowi, penerapan strategi jejaring lab sangat penting dan bukan berdasarkan wilayah administrasi.
"Jadi, desain perencanaan harus betul-betul komprehensif menyangkut berapa jumlah lab yang ada di sebuah provinsi, berapa reagen yang harus terdistribusi di sebuah provinsi. Perencanaan itu kita perlukan sehingga kelihatan nanti kasus-kasus positif ini berada di wilayah atau provinsi yang mana," kata Presiden Jokowi.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon