Bahas Pertahanan, 3 Menteri Australia Datangi Indonesia
Senin, 3 September 2012 | 17:07 WIB
Ketiga menteri dari Australia itu disebutkan bertolak ke Indonesia hari ini.
Tiga orang menteri dari pemerintahan Australia akan berkunjung ke Indonesia, pekan ini, untuk melakukan pembicaraan bilateral dengan rekan-rekan menteri Indonesia. Mereka disebutkan bertolak ke Indonesia pada hari Senin (3/9) ini.
Ketiga menteri Australia itu adalah Menteri Pertahanan (Menhan) Stephen Smith, Menteri Infrastruktur dan Transportasi Anthony Albanese, serta Menteri Dalam Negeri dan Material Pertahanan Jason Clare.
Dalam siaran pers Kedutaan Besar (Kedubes) Australia di Jakarta, hari ini, juru bicara Kedubes Australia, Ray Marcelo, mengatakan pembicaraan yang akan dilakukan mencakup berbagai masalah, di antaranya kerja sama pertahanan dan program di bawah Paket Bantuan Keselamatan Transportasi Indonesia (ITSAP).
Selama di Jakarta, Menhan Smith khususnya, akan melakukan pertemuan Menhan Indonesia-Australia yang pertama kalinya, dengan Menhan Purnomo Yusgiantoro.
"Pembentukan pertemuan tahunan tersebut merupakan langkah penting dalam meningkatkan hubungan bilateral kemitraan strategis dan mengikuti Dialog Menteri Luar Negeri dan Pertahanan Australia-Indonesia yang diselenggarakan di Canberra pada Maret tahun ini," ujar Marcelo.
Kedua Menhan juga dijadwalkan akan menandatangani Pengaturan Kerja Sama Pertahanan Indonesia-Australia. "Pengaturan Kerja Sama Pertahanan itu akan meresmikan dan memperkuat hubungan pertahanan bilateral," ungkap Marcelo.
Selain itu, Smith dan Clare juga akan menghadiri simposium industri pertahanan, untuk membahas kesempatan kerja sama yang lebih luas antara industri pertahanan Australia dan Indonesia.
Disebutkan, Australia dan Indonesia sendiri mempunyai sejarah panjang kerja sama bilateral di bawah Nota Kesepahaman (MOU) resmi tentang kerja sama transportasi.
Berdasarkan MOU tersebut, Australia telah menyediakan dana yang signifikan untuk ITSAP. Ini akan menjadi dialog ketiga antara para Menteri Perhubungan, dan akan memberikan kesempatan untuk melanjutkan bekerja di bawah ITSAP.
"Australia mendukung kepemimpinan Indonesia di kawasan dan advokasinya untuk kawasan Asia Tenggara yang aman dan stabil. Hubungan bilateral kita yang kuat terus berkembang melalui kerja sama praktis dan dialog regular tingkat senior," lanjut Marcelo.
Tiga orang menteri dari pemerintahan Australia akan berkunjung ke Indonesia, pekan ini, untuk melakukan pembicaraan bilateral dengan rekan-rekan menteri Indonesia. Mereka disebutkan bertolak ke Indonesia pada hari Senin (3/9) ini.
Ketiga menteri Australia itu adalah Menteri Pertahanan (Menhan) Stephen Smith, Menteri Infrastruktur dan Transportasi Anthony Albanese, serta Menteri Dalam Negeri dan Material Pertahanan Jason Clare.
Dalam siaran pers Kedutaan Besar (Kedubes) Australia di Jakarta, hari ini, juru bicara Kedubes Australia, Ray Marcelo, mengatakan pembicaraan yang akan dilakukan mencakup berbagai masalah, di antaranya kerja sama pertahanan dan program di bawah Paket Bantuan Keselamatan Transportasi Indonesia (ITSAP).
Selama di Jakarta, Menhan Smith khususnya, akan melakukan pertemuan Menhan Indonesia-Australia yang pertama kalinya, dengan Menhan Purnomo Yusgiantoro.
"Pembentukan pertemuan tahunan tersebut merupakan langkah penting dalam meningkatkan hubungan bilateral kemitraan strategis dan mengikuti Dialog Menteri Luar Negeri dan Pertahanan Australia-Indonesia yang diselenggarakan di Canberra pada Maret tahun ini," ujar Marcelo.
Kedua Menhan juga dijadwalkan akan menandatangani Pengaturan Kerja Sama Pertahanan Indonesia-Australia. "Pengaturan Kerja Sama Pertahanan itu akan meresmikan dan memperkuat hubungan pertahanan bilateral," ungkap Marcelo.
Selain itu, Smith dan Clare juga akan menghadiri simposium industri pertahanan, untuk membahas kesempatan kerja sama yang lebih luas antara industri pertahanan Australia dan Indonesia.
Disebutkan, Australia dan Indonesia sendiri mempunyai sejarah panjang kerja sama bilateral di bawah Nota Kesepahaman (MOU) resmi tentang kerja sama transportasi.
Berdasarkan MOU tersebut, Australia telah menyediakan dana yang signifikan untuk ITSAP. Ini akan menjadi dialog ketiga antara para Menteri Perhubungan, dan akan memberikan kesempatan untuk melanjutkan bekerja di bawah ITSAP.
"Australia mendukung kepemimpinan Indonesia di kawasan dan advokasinya untuk kawasan Asia Tenggara yang aman dan stabil. Hubungan bilateral kita yang kuat terus berkembang melalui kerja sama praktis dan dialog regular tingkat senior," lanjut Marcelo.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




