Draf Komunike APEC:

Pemimpin APEC Prihatinkan Krisis Zona Eropa

Jumat, 7 September 2012 | 19:37 WIB
AS
B
Penulis: AFP/ Didit Sidarta | Editor: B1
Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev tiba untuk memeriksa kesiapan terminal baru di bandara Vladivostok (2/7). Terminal di bandara beserta beberapa fasilitas lainnya dibangun khusus untuk penyelenggaraan APEC
Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev tiba untuk memeriksa kesiapan terminal baru di bandara Vladivostok (2/7). Terminal di bandara beserta beberapa fasilitas lainnya dibangun khusus untuk penyelenggaraan APEC (EPA)
Peristiwa-peristiwa di Eropa telah mempengaruhi pertumbuhan di wilayah ini.

Para pemimpin Asia Pasifik menyuarakan keprihatinan atas krisis zona euro dan berjanji untuk memerangi peningkatan proteksionisme perdagangan, demikian menurut draf komunike bersama yang akan diterbitkan akhir pekan ini.

Para pemimpin dari 21 anggota kelompok Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC), yang meliputi Amerika Serikat, Jepang dan China, menyelenggarakan pembicaraan tahunan dua hari di Vladivostok, Rusia, mulai sabtu besok.
 
Sebuah rancangan pernyataan akhir pertemuan, menyatakan keprihatinan APEC atas dampak krisis utang Eropa terhadap pertumbuhan ekonomi di Asia Pasifik, dan menguraikan lebih luas cara-cara untuk menangani masalah ini.

"Sejak pertemuan terakhir kami (di Honolulu tahun lalu), perekonomian global telah terus menghadapi sejumlah tantangan dan risiko penurunan. Pasar keuangan masih rapuh, sementara defisit publik dan utang yang tinggi di beberapa negara maju menciptakan rintangan kuat untuk pemulihan ekonomi secara global. Peristiwa-peristiwa di Eropa telah mempengaruhi pertumbuhan di wilayah ini," tulis komunike itu.
 
Para pemimpin disebut akan menyelesaikan tugasnya secara kolektif untuk mendukung pertumbuhan dan mendorong stabilitas keuangan dan mengembalikan kepercayaan.

APEC juga menyambut komitmen mitra mereka di Eropa untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah perpecahan serikat moneter.

Presiden Rusia Vladimir Putin akan menjadi tuan rumah KTT APEC, dengan figur penting lainnya, termasuk Menlu AS Hillary Clinton, Presiden China Hu Jintao dan Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda.

Clinton mewakili Presiden AS Barack Obama, yang tak bisa hadir karena sedang berkampanye untuk pemilihan kembali presiden.

APEC berniat memperkuat permintaan dalam negeri mereka untuk mengejar penurunan ekspor, sementara memangkas utang publik dan melaksanakan reformasi struktural, menurut rancangan, yang memberikan beberapa spesifik.

Para pemimpin juga akan berkomitmen terhadap nilai tukar mata uang yang ditentukan oleh pasar dan menahan diri dari persaingan devaluasi mata uang.

China sering menjadi sasaran tuduhan AS, yang menyebutnya sengaja mempertahankan Yuan rendah untuk membuat ekspor China lebih murah di pasar global.

Beijing membantah melakukan manipulasi mata uang.

Para pemimpin APEC juga berjanji untuk melawan peningkatan proteksionisme, sebagian dengan menahan diri sampai 2015, dengan tidak meningkatkan hambatan baru untuk investasi atau perdagangan
barang dan jasa.

Draf komunike pada KTT internasional sering disiapkan lebih awal oleh para perunding, dengan para pemimpin kemudian berkumpul untuk mendukung atau membuat perubahan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon