Keluarga Anggota FPI yang Tewas Didor Polisi Mengaku Bersyukur

Kamis, 10 Desember 2020 | 15:36 WIB
MS
B
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: B1
Keluarga korban kasus penembakan laskar Front Pembela Islam (FPI)  saat hadir dalam Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Komisi III di DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/12/2020).
Keluarga korban kasus penembakan laskar Front Pembela Islam (FPI) saat hadir dalam Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Komisi III di DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/12/2020). (BeritaSatu Photo/Ruht Semiono/Ruht Semiono)

Jakarta, Beritasatu.com - Anandra, kakak Reza Qadhavi, salah satu anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) yang ditembak hingga tewas karena menyerang polisi, mengaku bersyukur meskipun sedih dengan kejadian yang menimpa adiknya.

"Tentunya kami keluarga bersyukur dan sedih. Kenapa bersyukur? Karena keluarga kami telah berjihad untuk keluarga kami sendiri. Tapi bersedihnya, kenapa hal ini terjadi dengan sangat brutal. Sedangkan anak-anak kami ini, korban ini tidak memiliki kesalahan. Tidak ada kesalahan kenapa harus (ditembak, red)? Itu benar-benar tidak manusiawil, seperti binatang, seperti burung yang ditembak di udara," kata Anandra di dalam rapat dengan Komisi III DPR, Kamis (10/12/2020).

Anandra mengaku kaget mendengar kabar adiknya menjadi salah satu dari enam laskar FPI yang tewas ditembak polisi saat mengawal Mohammad Rizieq Shihab (MRS). Informasi terseut, diperolehnya dari media massa. Tak ada polisi yang memberitahukan.

Terkait dengan itu, Anandra meminta bantuan Komisi III DPR untuk mengimpun aspirasi keluarga dari enam pengawal MRS yang tewas didor polisi agar kasusnya diproses secara adil.

"Mohon bantuannya untuk keadilannya di dunia ini. Kalau di akhirat pasti diadili. Pasti. Itu janji Allah. Tapi di dunia ini mohon diadili. Kebetulan beliau pun anak satu-satunya laki-laki di keluarga kami yang pastinya harusnya itu menjadi kebanggaan sendiri karena anak satu-satunya laki-laki. Kami sangat terpukul dengan hal ini," ujar anandra.

Anandra mengungkapkan, pihaknya merasa yakin bahwa Reza Qadhavi bersama kelima temannya tidak pernah membawa senjata, baik itu pistol ataupun parang. Pasalnya mereka mengawal MRS untuk maksud baik.

"Karena (bawa senjata, Red) buat apa? Itu niatnya baik, bukan untuk perang, niatnya baik. Dan kami mohon anak-anak kami sudah dibunuh sudah dibantai tetap saja difitnah, itu sangat keji," kata Septi.

Sementara itu, Dainuri, orang tua dari Luthfil Hakim, anggota laskar FPI yang juga tewas didor polisi, mengatakan pihaknya merasa ada kebiadaban dalam insiden itu. Karenanya, dirinya meminta keadilan dari pemerintah dan komisi III.

"Mudah-mudahan terbuka dari yang membunuh anak kami ini. Intinya kami meminta keadilan," kata Dainuri.

Pernyataan senada disampaikan paman Andi Oktiriawan, Umar. Menurutnya, pihak keluarga menyimpulkan bahwa anggota keluarga mereka telah dibantai dan disiksa.

"Saya mohon setelah kita lihat semuanya, kalau sudah seperti ini jangan difitnah kembali. Semua ini bukanlah rekayasa. Ini pembantaian dan penyiksaan. Saya mohon dari pihak-pihak, diusut semuanya sampai ke akar-akarnya," kata Umar.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon