PON XVIII: Jateng Raih Emas Lempar Cakram
Senin, 10 September 2012 | 20:08 WIB
Emas lempar cakram itu disumbangkan oleh atlet putri Dwi Ratnawati.
Atlet lempar cakram putri Jawa Tengah berhasil meraih medali emas pada PON XVIII/2012 di Stadion Rumbai, Pekanbaru, Senin petang. Peraih medali perak SEA Games 2011 tersebut menjadi yang terbaik dengan lemparan sejauh 46,67 meter.
Sementara medali perak direbut atlet tuan rumah Riau Sulastri dengan lemparan 43,35 meter, perunggu direbut atlet Jatim Palupi Asdanari 38,66 meter.
Hasil yang dicapai Dwi ini gagal mengulang hasil lemparan pada PON XVII/2008 Kalimantan Timur yang mencapai 50,31 meter.
Pada perlombaan yang disaksikan 200 penonton, atlet asal Kabupaten Sragen, Jateng, tersebut sempat didiskualifikasi oleh wasit karena kakinya keluar garis seusai melempar.
"Memang pada lemparan ketiga itu saya sengaja untuk didiskualifikasi karena lemparan saya hanya 40 meter. Itu memang saya sengaja," kata Dwi Ratnawati.
Ia menambahkan, dirinya merasa beryukur bisa mendapatkan medali emas karena dirinya hanya menjalani persiapan selama lima bulan.
Menurut dia, sebenarnya menargetkan bisa melempar sejauh 47 meter tetapi tidak bisa karena selain menghadapi lawan juga menghadapi cuaca yang sangat panas.
"Saya sempat minta es batu kepada pelatih saya untuk mendinginkan kepala saya," kata peraih medali emas SEA Games 2009 Laos.
Loncat tinggi putri
Sementara itu pada nomor loncat tinggi putri, medali emas direbut atlet Jawa Barat Ika Puspa Dewi dengan loncatan setinggi 1,71 meter, medali perak direbut Nadia Anggraini (DKI) Jakarta 1,64 meter, dan perunggu direbut rekannya Hani Puspita setinggi 1,60 meter.
Loncatan Ika Puspa Dewi ini gagal melampaui rekor PON atas nama Rumini dari Jawa Tengah setinggi 1,76 meter.
Atlet lempar cakram putri Jawa Tengah berhasil meraih medali emas pada PON XVIII/2012 di Stadion Rumbai, Pekanbaru, Senin petang. Peraih medali perak SEA Games 2011 tersebut menjadi yang terbaik dengan lemparan sejauh 46,67 meter.
Sementara medali perak direbut atlet tuan rumah Riau Sulastri dengan lemparan 43,35 meter, perunggu direbut atlet Jatim Palupi Asdanari 38,66 meter.
Hasil yang dicapai Dwi ini gagal mengulang hasil lemparan pada PON XVII/2008 Kalimantan Timur yang mencapai 50,31 meter.
Pada perlombaan yang disaksikan 200 penonton, atlet asal Kabupaten Sragen, Jateng, tersebut sempat didiskualifikasi oleh wasit karena kakinya keluar garis seusai melempar.
"Memang pada lemparan ketiga itu saya sengaja untuk didiskualifikasi karena lemparan saya hanya 40 meter. Itu memang saya sengaja," kata Dwi Ratnawati.
Ia menambahkan, dirinya merasa beryukur bisa mendapatkan medali emas karena dirinya hanya menjalani persiapan selama lima bulan.
Menurut dia, sebenarnya menargetkan bisa melempar sejauh 47 meter tetapi tidak bisa karena selain menghadapi lawan juga menghadapi cuaca yang sangat panas.
"Saya sempat minta es batu kepada pelatih saya untuk mendinginkan kepala saya," kata peraih medali emas SEA Games 2009 Laos.
Loncat tinggi putri
Sementara itu pada nomor loncat tinggi putri, medali emas direbut atlet Jawa Barat Ika Puspa Dewi dengan loncatan setinggi 1,71 meter, medali perak direbut Nadia Anggraini (DKI) Jakarta 1,64 meter, dan perunggu direbut rekannya Hani Puspita setinggi 1,60 meter.
Loncatan Ika Puspa Dewi ini gagal melampaui rekor PON atas nama Rumini dari Jawa Tengah setinggi 1,76 meter.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




