Saan: Turunnya Suara PD tidak beri Manfaat Parpol Lain
Minggu, 21 Oktober 2012 | 15:51 WIB
Bukan PD yang bermasalah, justru hasil survei ini masih menunjukkan apresiasi.
Sebanyak sembilan persen pemilih yang dalam survei Prisma Resource Center-LP3ES ditemukan telah meninggalkan Partai Demokrat, nyatanya belum bisa diambil partai lain.
Hal itu disampaikan Wasekjen Partai Demokrat Saan Mustopa, hari ini, di Jakarta, saat menjadi salah satu narasumber dalam rilis temuan survei kedua lembaha tersebut.
"Dari hasil survei ini, hampir 9 persen pemilih PD meninggalkan kami. Kami melihat bahwa ini belum bisa diambil partai lain. Karena partai lain juga alami penurunan tapi hanya semakin menambah suara swing voters," kata Saan.
Dikemukakan Saan bahwa menurunnya suara PD terbukti tidak memberi manfaat elektoral pada partai lain karena yang muncul adalah swing voters.
"Itupun belum bisa kita simpulkan suara akan lari ke mana, karena mereka sangat tergantung dinamika. Misalnya hari ini dia kecewa pada PD. Tapi apakah itu akan permanen? Ataukah kekecewaan itu bersifat sementara? Kalau sementara, semisal ada perbaikan di PD, maka kemungkinan mereka akan kembali lagi ke PD," paparnya.
Yang pasti, kata Saan lagi, swing voters yang tinggi merupakan bentuk keraguan ke parpol dan harus memacu parpol untuk bekerja lebih keras. Kalau ketidakpercayaan publik pada parpol dibiarkan, dan parpol tak memperbaiki diri, maka kepercayaan publik akan terus tergerus. Padahal bagaimanapun demokrasi tak mungkin tanpa parpol.
"Buat kami dari PD, yang sedang dirundung masalah, hasil survei ini masih menunjukkan ada apresiasi kepada PD. Tinggal bagaimana tingkat kekecewaan ke PD bisa dipulihkan. Mudah-mudahan kekecewaan ini bersifat sementara. Sehingga swing voters bisa kembali memilih PD," ujarnya.
Sebanyak sembilan persen pemilih yang dalam survei Prisma Resource Center-LP3ES ditemukan telah meninggalkan Partai Demokrat, nyatanya belum bisa diambil partai lain.
Hal itu disampaikan Wasekjen Partai Demokrat Saan Mustopa, hari ini, di Jakarta, saat menjadi salah satu narasumber dalam rilis temuan survei kedua lembaha tersebut.
"Dari hasil survei ini, hampir 9 persen pemilih PD meninggalkan kami. Kami melihat bahwa ini belum bisa diambil partai lain. Karena partai lain juga alami penurunan tapi hanya semakin menambah suara swing voters," kata Saan.
Dikemukakan Saan bahwa menurunnya suara PD terbukti tidak memberi manfaat elektoral pada partai lain karena yang muncul adalah swing voters.
"Itupun belum bisa kita simpulkan suara akan lari ke mana, karena mereka sangat tergantung dinamika. Misalnya hari ini dia kecewa pada PD. Tapi apakah itu akan permanen? Ataukah kekecewaan itu bersifat sementara? Kalau sementara, semisal ada perbaikan di PD, maka kemungkinan mereka akan kembali lagi ke PD," paparnya.
Yang pasti, kata Saan lagi, swing voters yang tinggi merupakan bentuk keraguan ke parpol dan harus memacu parpol untuk bekerja lebih keras. Kalau ketidakpercayaan publik pada parpol dibiarkan, dan parpol tak memperbaiki diri, maka kepercayaan publik akan terus tergerus. Padahal bagaimanapun demokrasi tak mungkin tanpa parpol.
"Buat kami dari PD, yang sedang dirundung masalah, hasil survei ini masih menunjukkan ada apresiasi kepada PD. Tinggal bagaimana tingkat kekecewaan ke PD bisa dipulihkan. Mudah-mudahan kekecewaan ini bersifat sementara. Sehingga swing voters bisa kembali memilih PD," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




