Virus dan Jamur, Penyebab Kematian Diego Mendieta
Selasa, 4 Desember 2012 | 12:23 WIB
Serangan virus serta jamur membuat mantan penyerang Persis Solo Diego Mendieta meninggal di usia 32.
Pengelola Rumah Sakit Dr Moewardi Solo menyatakan kematian mantan penyerang Persis Solo Diego Mendieta disebabkan oleh virus dan jamur yang telah menyebar di tubuhnya.
"Saat dirujuk ke Moewardi, almarhum sudah dalam kondisi lemah," kata Kabag Penyakit Dalam RS Dr Moewardi, Solo Prof Dr Ahmad Guntur Hermawan hari ini, Selasa (4/12).
Menurut Ahmad, virus Cylomegalo terdeteksi telah menyerang mata hingga otak.
Selain itu, katanya, jamur Candidiasis telah menyerang bagian kerongkongan dan saluran pencernaan.
Ahmad menjelaskan bahwa virus serta jamur tersebut telah menyebabkan daya tahan tubuh penyerang sepak bola dari Paraguay itu terus merosot.
Selain secara klinis, faktor psikologis juga berpengaruh terhadap kondisi kesehatan Diego.
"Almarhum sering mengeluh kesepian karena seluruh kerabatnya berada di Paraguay," katanya.
Mendieta sendiri sudah menjalani perawatan di RS Moewardi sejak 27 November 2012.
Persoalan administrasi dan biaya perawatan almarhum, kata dia, telah dibicarakan dengan agen yang mempekerjakan Diego.
Sementara itu Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudiatmo juga sudah menyelesaikan masalah administrasi keuangan rumah sakit dengan uang pribadinya.
Mantan penyerang Persitara Jakarta Utara yang memiliki nama lengkap Diego Antonio Mendieta Romero di Assuncion meninggal dunia karena sakit di Rumah Sakit Dr Moewardi Solo.
Dia lahir di Paraguay, 13 Juni 1980. Diego meninggalkan seorang istri dan tiga anak yang semuanya tinggal di Paraguay.
Sebelumnya dikabarkan Diego belum menerima gaji sebagai haknya saat membela Persis Solo.
Pengelola Rumah Sakit Dr Moewardi Solo menyatakan kematian mantan penyerang Persis Solo Diego Mendieta disebabkan oleh virus dan jamur yang telah menyebar di tubuhnya.
"Saat dirujuk ke Moewardi, almarhum sudah dalam kondisi lemah," kata Kabag Penyakit Dalam RS Dr Moewardi, Solo Prof Dr Ahmad Guntur Hermawan hari ini, Selasa (4/12).
Menurut Ahmad, virus Cylomegalo terdeteksi telah menyerang mata hingga otak.
Selain itu, katanya, jamur Candidiasis telah menyerang bagian kerongkongan dan saluran pencernaan.
Ahmad menjelaskan bahwa virus serta jamur tersebut telah menyebabkan daya tahan tubuh penyerang sepak bola dari Paraguay itu terus merosot.
Selain secara klinis, faktor psikologis juga berpengaruh terhadap kondisi kesehatan Diego.
"Almarhum sering mengeluh kesepian karena seluruh kerabatnya berada di Paraguay," katanya.
Mendieta sendiri sudah menjalani perawatan di RS Moewardi sejak 27 November 2012.
Persoalan administrasi dan biaya perawatan almarhum, kata dia, telah dibicarakan dengan agen yang mempekerjakan Diego.
Sementara itu Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudiatmo juga sudah menyelesaikan masalah administrasi keuangan rumah sakit dengan uang pribadinya.
Mantan penyerang Persitara Jakarta Utara yang memiliki nama lengkap Diego Antonio Mendieta Romero di Assuncion meninggal dunia karena sakit di Rumah Sakit Dr Moewardi Solo.
Dia lahir di Paraguay, 13 Juni 1980. Diego meninggalkan seorang istri dan tiga anak yang semuanya tinggal di Paraguay.
Sebelumnya dikabarkan Diego belum menerima gaji sebagai haknya saat membela Persis Solo.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




