Anggota TGIPF: Waspadai Asprov dan Exco yang Hanya Cari Untung di PSSI

Selasa, 24 Januari 2023 | 06:57 WIB
JS
JS
Penulis: Jaja Suteja | Editor: JAS
Kongres Biasa PSSI di Jakarta, Sabtu, 29 Mei, 2021.
Kongres Biasa PSSI di Jakarta, Sabtu, 29 Mei, 2021. (ANTARA)

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Kanjuruhan yang juga jurnalis senior, Anton Sanjoyo, meminta calon ketua umum (caketum) PSSI untuk mewaspadai asosiasi provinsi (asprov) dan komite eksekutif (exco) yang kerjanya hanya mencari untung di tubuh PSSI.

Ia tahu benar sebetulnya masalah persepakbolaan kita itu bukan cuma di federasi sepak bola Indonesia.

"PSSI memang sangat bermasalah karena orang-orangnya itu-itu juga. Dan sekarang kalau pun ada 2 calon ketum PSSI yang paling dominan, apakah mereka mampu mengendalikan exco yang notabene dan dipilih oleh voters," katanya dalam acara Kasih Paham bertajuk "Masa Depan Sepak Bola Indonesia" yang disiarkan BTV pada Senin (23/1/2023).

Untuk voters atau pemilik suara kongres PSSI nanti, lanjut Anton, yang berasal dari klub sepak bola, ia masih mempercayai karena masih memakai nalar kecerdasan dan otak.

Sementara yang dinilai tidak ada otaknya ada pada asprov sebagai voters. Mereka dinilai orang-orang yang tidak punya kapabilitas yang memilih anggota exco untuk mengurus sepak bola secara benar.

Diakui Anton, voters memang memegang peranan dalam memilih exco. Maka dari itu klub yang benar harus kompak memilih pengurus PSSI yang mau mengurus dan mengembangkan sepak bola Indonesia.

"Tetapi untuk voters dari asprov, saya sampaikan bahwa mereka itu memang hanya butuh duit saja datang ke kongres atau KLB, alias butuh uang saku saja dan mereka tidak memikirkan sepak bola ke depannya sama sekali," ungkap Anton.

Ia pun mempertanyakan adakah orang-orang yang ada di exco sekarang peduli pada pembinaan usia muda dan mau berdarah-darah membuat kompetisi usia muda. Jawabannya tidak ada.

"Mungkin mereka pengusaha, orang-orang hebat di perusahaan, politisi yang hebat, tetapi untuk membangun sepak bola kan bukan cuma dibutuhkan orang-orang yang hebat pada bidangnya, tetapi yang mau betul-betul bekerja untuk sepak bola," ungkapnya.

Menurutnya, selama orang-orang yang lama (Exco) itu masih berada didalam kepengurusan, PSSI tidak akan ada perubahan. Ia pun mencontohkan kasus mafia bola, pengaturan skor, wasit dan lainnya.

"Sekarang ini mereka (exco) tangannya sudah berlumuran darah pada kasus Kanjuruhan dan mereka tidak pernah mengaku. Mereka dari dulu selalu punya masalah dengan pengatur hasil pengaturan skor, mengatur wasit, mengatur tim promosi dan degradasi," urai Anton.

"Ini menurut saya sangat memalukan dan ini harus menjadi titik awal dari pembenahan sepak bola secara nasional dan dimulai dari federasi PSSI atau asosiasi PSSI yang memang brengsek dari sejak zaman Nurdin Halid kalau saya hitung ya sudah 20 tahun yang lalu dan orangnya itu-itu juga," pungkasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kerusuhan Sepak Bola di Papua dan Samarinda, DPR: Evaluasi Total PSSI

Kerusuhan Sepak Bola di Papua dan Samarinda, DPR: Evaluasi Total PSSI

SPORT
Persipura vs Adhyaksa FC Ricuh, PSSI Buka Suara

Persipura vs Adhyaksa FC Ricuh, PSSI Buka Suara

SPORT
Andre Rosiade: Degradasi Semen Padang Murni Faktor Internal

Andre Rosiade: Degradasi Semen Padang Murni Faktor Internal

SPORT
PSSI Pastikan Persija vs Persib Digelar di Stadion Utama GBK

PSSI Pastikan Persija vs Persib Digelar di Stadion Utama GBK

SPORT
Erick Thohir Harap TC di Prancis Dongkrak Kualitas Timnas Putri U-17

Erick Thohir Harap TC di Prancis Dongkrak Kualitas Timnas Putri U-17

SPORT
Kutuk Insiden Kungfu di Laga EPA U-20, PSSI Minta Komdis Tindak Tegas

Kutuk Insiden Kungfu di Laga EPA U-20, PSSI Minta Komdis Tindak Tegas

SPORT

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon