Pada 2015, Biaya Logistik Indonesia Ditargetkan Turun 3%
Kamis, 19 Juni 2014 | 13:13 WIB
Jakarta - Divisi Administrasi Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI) Doddy Riyadi mengatakan, jika dibandingkan dengan negara lain, biaya logistik Indonesia dinilai cukup tinggi, yaitu mencapai 27 persen terhadap PDB.
Pemerintah menargetkan, pada 2015 biaya logistik turun 3 persen dan pada 2020 turun menjadi 4 persen.
Menurutnya, tingginya biaya logistik di Indonesia membuat daya saing nasional menjadi lambat, sehingga bisa menghambat iklim investasi.
Doddy mengatakan, pemerintah telah menyiapkan 4 langkah strategis untuk menurunkan biaya logistik.
Keempat langkah tersebut adalah memperkuat jaringan infrastruktur, memperkuat jaringan transportasi, penguatan jasa logistik dan pengembangan jaringan broadband.
"4 langkah strategis ini diharapkan bisa menurunkan biaya logistik," ujar dia ketika ditemui dalam acara " Himpunan Kawasan Industri" di Hotel Le Meredien, Jakarta, Kamis (19/6).
Doddy mengatakan, jaringan infrastruktur dapat diperkuat dengan bekerja sama dengan pihak swasta melalui konsep Public Private Partnership. Memperkuat jaringan transportasi dilakukan dengan menambah transportasi laut dan darat.
Penguatan jasa logistik dilakukan dengan memperkuat sistem logistik nasional serta pengembangan jaringan broadband dilakukan dengan peningkatkan sistem informasi, aplikasi dan data nasional.
"Pemerintahan baru ke depan bisa melanjutkan 4 langkah strategis ini," ujar dia
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




