Pedagang Warteg Menjerit karena Harga Beras Meroket
Sabtu, 24 Februari 2024 | 16:51 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Di tengah tingginya harga beras dan bahan pokok lainnya, membuat sejumlah warung makan tegal (warteg) di Jakarta Pusat, menjerit hingga memilih menaikan harga makanan yang dijual.
Desi, salah satu pemilik warteg di Jalan Ciliman, Menteng, Jakarta Pusat, mengaku sangat terbebani dengan tingginya harga beras yang mencapai Rp 800.000 per karung isi 50 kilogram (kg) dari sebelumnya Rp 500.000 per karung.
"Ya berat lah, namanya jualan kecil begini, sekarang telur juga mahal, beras juga mahal, sekarang beras hampir Rp 800-an, sekitar setengah kuintal," ucap Desi, Sabtu (24/2/2024).
Beban Desi semakin bertambah saat harga kebutuhan pokok seperti telur hingga cabai ikut naik. Kondisi ini membuat Desi harus menaikkan harga makanan yang dijual sebesar Rp 1.000 per porsi untuk mempertahankan usahanya agar tak merugi atau gulung tikar. "Yang biasanya misalnya Rp 10.000 naik jadi Rp 11.000, biar sama-sama enak," keluhnya.
Berbeda dengan Desi, pemilik warung makan lainnya Heru mengaku tidak menaikan harga lantaran khawatir pengunjungnya akan berkurang. Ia akhirnya menyiasati mengurangi porsi nasi yang disajikan ke konsumen agar usahanya tak merugi.
“Kalau harga lauk sama saja hitungnya, ya paling geser-geser sedikit masalah nasi, porsi saya kurangkan,” kata Heru.
Mereka berharap pemerintah dapat lebih cekatan dan serius menstabilkan harga harga serta memerhatikan para pelaku usaha kecil menengah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




