Krisis Plastik Picu Kenaikan Harga Pangan, Bapanas Cari Solusi
Rabu, 22 April 2026 | 18:13 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menyebut pemerintah bergerak cepat mengatasi keterbatasan pasokan bahan baku plastik yang berdampak pada sektor pangan.
"Pemerintah tidak diam, tidak menunggu, tetapi sedang mencari upaya-upaya tersebut. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, relatif problem kekurangan pasokan bahan baku plastik ini bisa diselesaikan dengan baik," kata Ketut di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Menurutnya, berbagai langkah telah disiapkan agar persoalan ini segera teratasi. Koordinasi penanganan difokuskan melalui Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian untuk mencari sumber pasokan alternatif guna menjaga stabilitas harga pangan.
"Kita percayakan dahulu kepada teman-teman di Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian juga," ujarnya.
Ketut menambahkan, pelaku industri plastik juga aktif mencari pasokan baru, termasuk menjajaki peluang dari negara produsen minyak seperti Rusia maupun negara lain di luar kawasan Timur Tengah.
"Semua bergerak, pelaku usaha kan tidak diam, dia akan mencari dan sudah akan berusaha mencari peluang-peluang tadi. Apakah dari Rusia atau negara lain selain Timur Tengah. Produsen-produsen minyak itu, itulah penghasil sumber-sumber pasokan plastik sebenarnya," jelasnya.
Ia mengungkapkan kenaikan harga bahan baku plastik telah mendorong naiknya biaya produksi pelaku usaha pangan, khususnya komoditas beras dan gula.
Berdasarkan estimasi sementara, dampak terhadap harga beras diperkirakan mencapai sekitar Rp 300 per kilogram, sedangkan gula berkisar Rp 100 hingga Rp 150 per kilogram.
"Memang kita sudah menghitung secara kasar. Di beras itu hampir sekitar Rp300 per kilogram dampaknya, tetapi di gula relatif lebih sedikit, sekitar Rp 100 sampai Rp 150. Itu pun masih kasar, belum kami hitung detail. Mungkin bisa lebih rendah dari itu," ungkapnya.
Dari sisi pergerakan harga, Bapanas mencatat harga gula konsumsi nasional dalam sebulan terakhir naik sekitar 1,94%, dari Rp 18.412 per kg menjadi Rp 18.770 per kg per 20 April.
Sementara itu, harga beras relatif stabil. Beras medium hanya naik 0,29% dari Rp 13.378 menjadi Rp 13.417 per kg, sedangkan beras premium meningkat 0,37% dari Rp 15.640 menjadi Rp 15.698 per kg.
Ketut juga menyebut produksi gula kristal putih diproyeksikan meningkat signifikan pada April hingga Mei, dari sekitar 58.300 ton menjadi 276.400 ton. Peningkatan ini diharapkan mampu meredam tekanan harga di pasar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




