Keroncong Pesisiran 2026 Hipnotis Wisatawan di Pantai Selatan Bantul
Sabtu, 20 Juni 2026 | 23:59 WIB
Bantul, Beritasatu.com — Suasana akhir pekan di kawasan pesisir selatan Kabupaten Bantul terasa berbeda. Pengunjung yang datang ke Pantai Cangkring, Sanden, tidak hanya menikmati panorama laut dan semilir angin pantai, tetapi juga disuguhi alunan musik keroncong dalam gelaran Keroncong Pesisiran 2026 yang digelar Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Sabtu (20/6/2026).
Mengusung tema “Gita Yuvaka-Yuvatinam”, acara tahunan ini menghadirkan nuansa istimewa dengan melibatkan musisi keroncong dari kalangan generasi muda, baik dari Yogyakarta maupun berbagai daerah di Indonesia. Perpaduan instrumen biola, ukulele, cak, cuk, dan celo berpadu dengan deburan ombak serta rindangnya pohon cemara udang, menciptakan pengalaman musik yang unik bagi para pengunjung.
Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Markus Purnomo Adi, mengatakan Keroncong Pesisiran telah menjadi agenda tahunan yang konsisten digelar sebagai upaya melestarikan musik keroncong sekaligus memperkuat daya tarik wisata pantai di Bantul.
“Setiap tahun kita gelar, dan ini even yang kelima. Harapannya keroncong tetap eksis di berbagai kalangan, apalagi digelar di kawasan pesisir pantai,” ujarnya.
Menurut Markus, tema tahun ini dipilih untuk menegaskan keterlibatan generasi muda dalam perkembangan musik keroncong. Fenomena meningkatnya minat anak muda terhadap genre tersebut menjadi alasan utama penyelenggara menghadirkan kelompok-kelompok keroncong muda sebagai pengisi acara.
“Tidak dipungkiri sekarang banyak generasi muda yang mulai menyukai genre musik keroncong. Kami ingin mewadahi mereka sekaligus memanjakan penikmat musik muda yang mulai melihat keroncong sebagai genre yang menarik untuk dinikmati,” katanya.
Selain menjadi hiburan, Keroncong Pesisiran juga dimanfaatkan sebagai sarana promosi wisata, pengenalan musisi lokal, serta edukasi budaya dan sastra kepada masyarakat.
Dinas Pariwisata Bantul memastikan acara ini akan tetap menjadi agenda tahunan yang berpindah-pindah di kawasan pantai selatan Bantul.
“Bantul dikenal dengan kawasan pesisirnya yang indah. Karena itu Keroncong Pesisiran akan tetap kami hadirkan di wilayah pantai selatan, meski lokasinya bisa berganti-ganti,” tegas Markus.
Salah satu penampil, Nufi Wardhana, mengaku konsep konser keroncong di kawasan pantai memberikan pengalaman berbeda sekaligus memperluas daya tarik musik keroncong lintas generasi.
“Saya suka berbagai jenis musik, tetapi menurut saya keroncong sangat enak dinikmati. Lagu Indonesia, barat, bahkan lagu Jawa bisa dikeroncongkan,” ujar perempuan berusia 22 tahun tersebut.
Menurut Nufi, perpaduan musik keroncong dengan panorama pantai dan langit senja menciptakan suasana yang unik dan estetik, sehingga memberikan pengalaman yang tidak ditemukan dalam pertunjukan musik pada umumnya.
Gelaran Keroncong Pesisiran 2026 merupakan hasil kolaborasi Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul bersama pengelola Pantai Cangkring dengan dukungan Dana Keistimewaan. Tahun ini, acara tersebut melanjutkan semangat penyelenggaraan sebelumnya yang mengangkat tema “Irama Ombak Selatan”.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Aniaya Warga hingga Tewas, 3 Sekuriti PT Agrinas Palma Jadi Tersangka




