ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Microsoft dan Komdigi Cari Talenta AI, 363 Tim Bawa Inovasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 19:00 WIB
WT
WT
Penulis: Wahyu Sahala Tua | Editor: WS
Dorong inovasi AI, Microsoft, Dicoding, dan Komdigi gelar AI Impact Challenge bagi talenta digital untuk ciptakan solusi teknologi berdampak nyata.
Dorong inovasi AI, Microsoft, Dicoding, dan Komdigi gelar AI Impact Challenge bagi talenta digital untuk ciptakan solusi teknologi berdampak nyata. (DOK)

Jakarta, Beritasatu.com - Talenta digital Indonesia terus didorong untuk menghasilkan inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI). Hal ini terlihat dalam ajang AI Impact Challenge Innovation Showcase yang digelar Microsoft Indonesia bersama Dicoding Indonesia dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), dengan menghadirkan 363 tim peserta yang membawa berbagai solusi teknologi untuk menjawab tantangan nyata di masyarakat.

Acara yang berlangsung di Garuda Spark Innovation Hub, Jakarta, tersebut menjadi puncak rangkaian program Microsoft Elevate Training Center (METC). Kegiatan ini mempertemukan talenta digital, pemerintah, dan industri untuk melihat langsung karya-karya terbaik peserta dalam mengembangkan solusi berbasis AI.

AI Impact Challenge merupakan kompetisi yang dirancang khusus bagi lulusan Microsoft Elevate Training Center untuk mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan AI yang telah dipelajari melalui proyek nyata.

Kompetisi ini terbagi dalam dua jalur, yaitu Datathon yang berfokus pada analisis data dan pemanfaatan AI untuk menghasilkan rekomendasi berbasis data, serta Hackathon yang menantang peserta membangun solusi digital inovatif terhadap berbagai persoalan di dunia nyata.

ADVERTISEMENT

Microsoft Elevate Training Center sendiri merupakan bagian dari inisiatif global Microsoft Elevate yang bertujuan mempercepat pengembangan keterampilan AI dan kompetensi digital. Pada 2026, program tersebut telah memberikan akses pembelajaran kepada lebih dari 42.000 talenta digital Indonesia dalam bidang artificial intelligence, machine learning, data science, dan teknologi cloud berbasis Microsoft Azure.

Selain pembelajaran mandiri melalui platform Dicoding, peserta juga mendapatkan pelatihan online dan offline yang dipandu oleh praktisi industri. Program ini dirancang agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan teknologi AI untuk menciptakan solusi yang memberikan dampak nyata.

Dalam penyelenggaraan AI Impact Challenge tahun ini, sebanyak 363 tim berkompetisi menghadirkan inovasi yang menyasar berbagai sektor publik maupun industri. Para pemenang yang diumumkan dalam innovation showcase mendapatkan kesempatan memamerkan solusi melalui booth showcase, melakukan presentasi di hadapan pemangku kepentingan, serta memperoleh apresiasi langsung dari perwakilan pemerintah dan industri.

Bapak Edwin Hidayat Abdullah, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, menyampaikan bahwa pemerintah mendukung pengembangan ekosistem AI melalui kolaborasi bersama industri dan komunitas teknologi.

"Kementerian Komdigi mengapresiasi dan mendukung program kolaborasi "AI Impact Challenge" dari Microsoft Elevate Training Centre. Dukungan Kementerian adalah bukti komitmen kami dalam memperkuat kedaulatan bangsa di bidang AI. Aspek AI Sovereignty ini sangatlah penting agar Indonesia dapat maju di bidang teknologi, memecahkan masalah-masalah riil di masyarakat dengan kekuatan kita sendiri," ujar Edwin.

Sementara itu, Alfreno Kautsar Ramadhan, Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Kepemudaan dan Startup, menegaskan komitmen pemerintah untuk menghadirkan berbagai use case nyata dari masyarakat agar dapat menjadi pemicu lahirnya inovasi berbasis AI.

Melalui pendekatan tersebut, Alfreno berharap para talenta digital mampu menciptakan solusi teknologi yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.

"Komitmen pemerintah untuk menyediakan berbagai use case nyata dari masyarakat guna memantik lahirnya inovasi berbasis AI. Melalui pendekatan ini, Alfreno berharap bahwa para talenta digital dapat merancang solusi teknologi yang lebih relevan dengan kebutuhan konkret di lapangan," ujarnya.

Widya Listyowulan, Government Affairs Director, Microsoft Indonesia, menyampaikan bahwa AI Impact Challenge bukan hanya kompetisi teknologi, tetapi bagian dari strategi pengembangan sumber daya manusia digital.

"Microsoft memandang AI Impact Challenge ini lebih dari sekadar kompetisi teknologi. Inilah bentuk pengembangan SDM digital yang strategis karena berorientasi pada pemecahan masalah yang kita hadapi setiap hari. Inovasi yang hadir bisa bermanfaat bagi masyarakat. Microsoft bangga menjadi bagian dari ekosistem ini dan akan terus mendukung pemerintah dalam merancang kebijakan yang mendorong adopsi AI yang bertanggung jawab, berdampak, dan merata," ujar Widya.

Narenda Wicaksono, CEO Dicoding Indonesia, mengatakan perkembangan teknologi AI membuat kemampuan tersebut menjadi keterampilan penting yang harus dimiliki generasi digital Indonesia.

Narenda mengatakan Indonesia Developer Outlook 2026 menunjukkan bahwa 67,3% talenta digital Indonesia telah menggunakan AI setiap hari dalam aktivitas mereka, dan 93,6% di antaranya merasakan peningkatan produktivitas yang signifikan. Temuan itu menurutnya menunjukkan bahwa AI bukan lagi teknologi masa depan, melainkan keterampilan yang harus dimiliki saat ini. 

"Melalui Microsoft Elevate Training Center, kami ingin memastikan talenta digital Indonesia tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi juga mampu menciptakan solusi berbasis AI yang memberikan dampak nyata. AI Impact Challenge menjadi bukti bahwa ketika talenta diberikan akses pembelajaran yang tepat, mereka mampu menghadirkan inovasi yang relevan untuk menjawab berbagai tantangan di masyarakat, industri, maupun pemerintahan," kata Narenda.

Narenda juga menambahkan bahwa kolaborasi antara Microsoft dan Dicoding sejak 2025 telah membuka akses pembelajaran teknologi bagi lebih dari 80.000 talenta digital Indonesia sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing bangsa dalam era transformasi digital berbasis AI.

Melalui AI Impact Challenge Innovation Showcase, Microsoft, Dicoding, dan Komdigi berharap semakin banyak talenta digital Indonesia yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mampu menciptakan inovasi yang memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

Kolaborasi antara pemerintah, industri, dan komunitas teknologi diharapkan terus memperkuat ekosistem AI nasional sekaligus melahirkan generasi talenta yang mampu menghasilkan solusi inovatif sesuai kebutuhan bangs

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kemenkomdigi Dorong Kerangka AI ASEAN untuk Tarik Investasi

Kemenkomdigi Dorong Kerangka AI ASEAN untuk Tarik Investasi

EKONOMI
Menkomdigi Targetkan Perpres AI Terbit Tahun Ini

Menkomdigi Targetkan Perpres AI Terbit Tahun Ini

OTOTEKNO
Kemenkomdigi Jaga Internet Sangihe-Sitaro Saat Palapa Ring Diperbaiki

Kemenkomdigi Jaga Internet Sangihe-Sitaro Saat Palapa Ring Diperbaiki

NUSANTARA
Begini Plus Minus Kewajiban Nomor Ponsel untuk Akun Medsos

Begini Plus Minus Kewajiban Nomor Ponsel untuk Akun Medsos

OTOTEKNO
PP Tunas dan Taman Bermain Digital yang Layak Anak

PP Tunas dan Taman Bermain Digital yang Layak Anak

OPINI
Penyaluran Bansos Bakal Lebih Transparan dengan Sistem Digital

Penyaluran Bansos Bakal Lebih Transparan dengan Sistem Digital

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon