ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pemadaman Listrik di Karawang, Omzet Usaha Anjlok hingga 50 Persen

Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:11 WIB
AM
BW
Penulis: Andi Maulana | Editor: BW
Pengusaha ikan hias merugi akibat listrik padam.
Pengusaha ikan hias merugi akibat listrik padam. (Beritasatu.com/Andi Maulana)

Karawang, Beritasatu.com — Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, membawa dampak serius bagi pelaku usaha dan aktivitas masyarakat. Dalam sepekan, pemadaman berlangsung hingga tiga kali dengan durasi antara 3-5 jam, sehingga mengganggu operasional berbagai sektor usaha.

Pelaku usaha kafe, warung kopi, hingga pembudi daya ikan hias mengaku mengalami kerugian cukup besar akibat terganggunya kegiatan usaha saat listrik padam. Penurunan omzet yang mereka alami diperkirakan mencapai 30-50% karena pelayanan dan produksi tidak dapat berjalan secara normal.

Salah satu yang terdampak adalah usaha kafe yang sangat bergantung pada peralatan berbasis listrik. Manajer sebuah kafe di Karawang, Via, mengaku terpaksa mengurangi sejumlah menu minuman karena mesin pendukung tidak dapat digunakan saat terjadi pemadaman.

ADVERTISEMENT

“Saat listrik padam, mesin espreso, penggiling kopi, pendingin ruangan, hingga berbagai perangkat penunjang lainnya tidak dapat digunakan. Akibatnya pelayanan kepada pelanggan menjadi terganggu dan jumlah pengunjung pun menurun,” ujar Via, Sabtu (20/6/2026).

Kondisi tersebut memaksa pelaku usaha melakukan penyesuaian operasional agar tetap dapat melayani pelanggan. Namun, keterbatasan layanan yang diberikan berdampak langsung pada pendapatan harian mereka.

Dampak serupa juga dirasakan para pembudidaya dan pedagang ikan hias. Pasalnya, sistem sirkulasi air serta suplai oksigen di kolam maupun akuarium sangat bergantung pada aliran listrik. Ketika listrik padam, risiko kematian ikan meningkat sehingga pelaku usaha harus mengambil langkah darurat.

Asep Wahyudin, seorang penjual ikan hias di Karawang, mengatakan dirinya terpaksa mengoperasikan genset selama pemadaman berlangsung untuk menjaga kondisi ikan tetap stabil.

“Untuk mengantisipasi kematian ikan, saya harus menyalakan genset selama listrik padam. Konsekuensinya biaya operasional bertambah karena harus membeli bahan bakar minyak,” keluh Asep.

Tidak hanya sektor usaha, pemadaman listrik juga berdampak pada pelayanan publik. Di Desa Warungbambu, Kabupaten Karawang, kegiatan pemerintahan sempat terganggu akibat listrik padam di tengah pelaksanaan acara. Pihak desa akhirnya menyewa genset agar kegiatan tetap dapat berlangsung.

Para pelaku usaha berharap persoalan pasokan listrik dapat segera diatasi. Mereka menilai pemadaman listrik yang berulang tidak hanya meningkatkan biaya operasional, tetapi juga menggerus pendapatan dan berpotensi menimbulkan kerugian yang lebih besar jika terus berlanjut.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon