PLN Percepat Pasokan Batu Bara untuk Atasi Pemadaman di Pulau Jawa
Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:49 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - PT PLN (Persero) mempercepat pengadaan pasokan batu bara, terutama batu bara kalori menengah (medium rank coal) untuk memastikan kebutuhan bahan bakar pembangkit listrik tetap terpenuhi dan sistem kelistrikan berjalan andal.
Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengatakan, langkah tersebut dilakukan dengan mempercepat proses penandatanganan kontrak dengan para pemasok yang telah mendapatkan penugasan dari pemerintah.
“Kami juga mempercepat penandatanganan kontrak kepada para pemasok batu bara, terutama medium rank coal yang sudah mendapatkan penugasan dari pemerintah,” ujar Darmawan pada Sabtu (20/6/2026).
Untuk mendukung percepatan pasokan, PLN melakukan koordinasi intensif dengan Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tri Winarno. Melalui koordinasi tersebut, PLN berharap proses penandatanganan kontrak dan distribusi batu bara dapat berjalan lebih cepat.
“Dengan alokasi medium rank coal dan juga arahan dari bapak menteri ESDM (Bahlil Lahadalia), PLN akan melakukan perbaikan agar proses penyediaan tenaga listrik bisa berjalan dengan lancar,” kata Darmawan.
Menurutnya, penyaluran batu bara kalori menengah kini mulai mengalir ke berbagai pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Pulau Jawa, baik yang dimiliki PLN, mitra PLN maupun independent power producer (IPP).
Di wilayah Jawa bagian barat, pasokan tersebut akan disalurkan ke PLTU Pelabuhan Ratu, PLTU Lontar, PLTU Labuan, PLTU Suralaya Unit 1 hingga 8, PLTU Jawa 7, PLTU Jawa 9 dan 10, serta PLTU Indramayu. Sementara itu, di Jawa bagian timur pasokan akan diterima PLTU Paiton 1 dan 2, PLTU Paiton 9, PLTU Rembang, PLTU Pacitan, dan PLTU Tanjung Awar-awar.
Darmawan juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas pemadaman bergilir yang terjadi di Pulau Jawa akibat gangguan pasokan batu bara.
“Kami atas nama PT PLN (Persero) ingin memohon maaf yang sebesar-besarnya karena Pulau Jawa mengalami pemadaman bergilir. Kami memahami kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat dengan adanya peristiwa ini,” kata Darmawan.
Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan kebutuhan batu bara PLN mencapai sekitar 154 juta metrik ton per tahun. Dari jumlah tersebut, kontrak yang telah diamankan mencapai 134 juta ton sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 20 juta ton.
Kementerian ESDM menilai kendala utama berada pada ketersediaan batu bara kalori menengah dengan spesifikasi sekitar 5.200 kcal per kilogram GAR yang menjadi kebutuhan utama pembangkit PLN. Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah membentuk tim khusus pengadaan batu bara kalori menengah.
Selain itu, pemerintah juga membuka peluang penyesuaian harga batu bara untuk PLN di tengah meningkatnya biaya produksi pemasok dan kebutuhan menjaga keberlanjutan pasokan. Saat ini harga batu bara untuk kewajiban pasokan domestik atau domestic market obligation (DMO) bagi PLN ditetapkan sebesar US$ 70 per ton.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
TNI AL Perkuat Armada Laut dengan Kapal Nirawak Buatan RI
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Pemadaman Listrik di Surabaya Sempat Ganggu Stasiun dan Fasilitas Umum




