ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Siswi SMAN 6 Tewas Tersangkut Kabel di Jalan, Camat: Ini Kronologinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:31 WIB
AT
RA
HH
Penulis: Andrew Tito, Roy Adriansyah
Editor: HP
Jalan Leuser, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tempat kejadian perkara (TKP) tewasnya siswi SMAN 6 Jakarta akibat tersangkut kabel.
Jalan Leuser, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tempat kejadian perkara (TKP) tewasnya siswi SMAN 6 Jakarta akibat tersangkut kabel. (Beritasatu.com/Roy Adriansyah)

Jakarta, Beritasatu.com - Kecelakaan tragis menimpa seorang siswi SMAN 6 Jakarta, Neisha Amalia Evrian Putri (16), di Jalan Leuser, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (18/6/2026) pagi. Korban meninggal dunia setelah sepeda motor yang ditumpanginya diduga tersangkut kabel yang menjuntai ke badan jalan hingga terjatuh dan terlindas bus sekolah yang melintas.

Peristiwa nahas tersebut terjadi saat korban dalam perjalanan menuju sekolah bersama ayahnya. Berdasarkan keterangan saksi, sepeda motor yang mereka tumpangi tiba-tiba tersangkut kabel yang melintang dan menjorok ke arah jalan sehingga kendaraan kehilangan keseimbangan.

“Korban sudah tergeletak di jalan, diduga setelah motor tersangkut kabel yang menjuntai, lalu terlindas bus sekolah yang melintas,” ujar Gusti, salah seorang saksi mata di lokasi.

ADVERTISEMENT

Korban diketahui merupakan pelajar kelas X SMAN 6 Jakarta yang berlokasi di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan. Insiden tersebut sontak menjadi perhatian publik karena terjadi saat jam keberangkatan sekolah.

Camat Kebayoran Baru Rachmat Mulyadi menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, kecelakaan terjadi sekitar pukul 05.30 WIB saat korban berangkat dari kawasan Ciledug menuju sekolah bersama ayahnya yang berinisial DJ menggunakan sepeda motor.

Saat melintas di Jalan Leuser, tepatnya di depan area taman, terdapat kabel yang melintang dan menjulur ke arah badan jalan. Kabel tersebut diduga menyangkut pada setang motor sehingga kendaraan menjadi oleng.

“Awal kejadian itu pagi hari sekitar jam 05.30 WIB, ketika ada pengendara sepeda motor berboncengan melintas di Jalan Leuser. Kebetulan bertempat tinggal di daerah Ciledug, mengantar anak sekolah,” kata Rachmat, Sabtu (20/6/2026).

Menurutnya, kondisi kabel yang menjorok ke jalan menjadi faktor yang menyebabkan pengendara kehilangan kendali.

“Ketika melewati Jalan Leuser, persis di depan taman, ada kabel yang melintang, agak menjorok ke jalan, sehingga setang motor pengendara tersebut tersangkut, kemudian oleng, sehingga jatuh,” ujarnya.

Akibat kejadian itu, korban yang berada di posisi pembonceng terjatuh ke badan jalan dan mengalami luka fatal. Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Selain dugaan kabel menjuntai sebagai pemicu kecelakaan, terdapat informasi awal bahwa kendaraan korban sempat bersenggolan dengan bus sekolah yang berada di belakang sepeda motor tersebut.

Namun demikian, pihak kecamatan menegaskan kronologi pasti kecelakaan masih menunggu hasil penyelidikan aparat kepolisian.

“Untuk masalah selanjutnya, disinyalir di belakang, katanya juga bersenggolan dengan bus sekolah. Untuk laka lantas sudah ditangani oleh Polres Metro Jakarta Selatan,” kata Rachmat.

Petugas Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Selatan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan sejumlah keterangan saksi. Bus sekolah yang diduga terlibat juga telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

Penyidik kini mendalami berbagai aspek, termasuk posisi kabel saat kejadian, kondisi jalan, pergerakan kendaraan sebelum kecelakaan, hingga kemungkinan faktor lain yang turut berkontribusi terhadap insiden tersebut.

Pascakejadian, Pemerintah Kota Jakarta Selatan melalui Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Selatan memberikan pendampingan kepada keluarga korban. Dukungan diberikan untuk membantu proses pemulangan jenazah, melayat, serta kebutuhan keluarga yang tengah berduka.

Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Selatan Sarwoko mengatakan pihaknya berupaya memberikan bantuan agar keluarga korban dapat menjalani proses penghormatan terakhir dengan lebih mudah.

“Mendampingi keluarga, memfasilitasi kendaraan untuk keluarga dan anak-anak yang akan ke rumah duka,” ujar Sarwoko.

Sebagai bentuk kepedulian, Pemkot Jakarta Selatan juga menyediakan tiga unit bus sekolah untuk mengantar guru, siswa, dan keluarga besar SMAN 6 Jakarta yang hendak melayat ke rumah duka korban di wilayah Tangerang, Banten.

Meninggalnya Neisha Amalia Evrian Putri meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan civitas akademika SMAN 6 Jakarta. Korban dikenal sebagai siswi kelas X yang masih memiliki masa depan panjang di dunia pendidikan.

Sementara itu, Satlantas Polres Metro Jakarta Selatan masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap secara menyeluruh penyebab kecelakaan tersebut, termasuk memastikan pihak yang bertanggung jawab atas keberadaan kabel yang menjuntai ke badan jalan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon