ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sejarah Piala Dunia: Tutup Mulut Berujung Kartu Merah untuk Almiron

Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:06 WIB
BW
BW
Penulis: Bernadus Wijayaka | Editor: BW
Miguel Almiron dari Paraguai bereaksi setelah menerima kartu merah dalam pertandingan grup D Piala Dunia 2026 melawan Turki di Santa Clara, California, San Francisco, Jumat 19 Juni 2026.
Miguel Almiron dari Paraguai bereaksi setelah menerima kartu merah dalam pertandingan grup D Piala Dunia 2026 melawan Turki di Santa Clara, California, San Francisco, Jumat 19 Juni 2026. (AP/Jeff Chiu)

Santa Clara, Beritasatu.com — Gelandang Paraguai, Miguel Almiron, mencatat sejarah yang tidak diinginkan pada Piala Dunia 2026. Ia menjadi pemain pertama yang menerima kartu merah karena menutupi mulut saat berbicara kepada lawan, menyusul penerapan aturan baru FIFA pada turnamen tahun ini.

Insiden tersebut terjadi pada laga grup D Piala Dunia 2026 antara Paraguai dan Turki yang berlangsung di Santa Clara, California, Jumat (19/6/2026) malam waktu setempat. Peristiwa bermula saat Almiron terlibat adu argumen dengan pemain Turki, Mert Mulder, setelah sebuah pelanggaran di area tengah lapangan menjelang berakhirnya babak pertama.

Ketika beradu mulut, Almiron terlihat menutupi mulutnya dengan tangan saat berbicara kepada Mulder. Aksi itu langsung diprotes pemain Turki kepada wasit Ivan Barton.

ADVERTISEMENT

Setelah meninjau tayangan ulang melalui VAR, Barton memutuskan mengeluarkan kartu merah untuk Almiron sesuai aturan baru yang diberlakukan FIFA pada Piala Dunia 2026.

Pelatih Paraguai Gustavo Alfaro mengaku tidak bisa berbuat banyak terhadap keputusan tersebut karena aturan sudah sangat jelas.

“Sesuai aturan, jika Anda menutupi mulut saat berbicara, hukumannya kartu merah. Tidak ada yang bisa saya lakukan mengenai hal itu,” ujar Alfaro.

Meski kehilangan satu pemain sejak akhir babak pertama, Paraguai tetap mampu mempertahankan keunggulan 1-0 hingga pertandingan usai dan meraih kemenangan penting atas Turki.

Alfaro mengungkapkan, Almiron langsung meminta maaf kepada rekan-rekannya setelah pertandingan karena merasa bersalah telah membuat tim bermain dengan 10 orang sepanjang babak kedua.

“Dia meminta maaf kepada para pemain atas kesalahannya. Dia tahu situasi sulit yang harus dihadapi tim akibat tindakannya,” kata Alfaro.

Aturan yang melarang pemain menutupi mulut saat berbicara lahir setelah Presiden FIFA, Gianni Infantino, mendorong perubahan regulasi menyusul insiden yang melibatkan pemain Benfica, Gianluca Prestianni, yang diduga berusaha menyembunyikan ucapan bernada penghinaan kepada bintang Real Madrid, Vinicius Junior, dalam pertandingan Liga Champions.

Meski memahami alasan di balik aturan tersebut, Alfaro menilai regulasi itu terlalu keras dan berpotensi menghilangkan sisi emosional sepak bola.

“Saya khawatir kita menjadi terlalu ketat dan sepak bola kehilangan esensinya. Dalam sepak bola selalu ada gesekan, pertengkaran, dan benturan emosi,” ujarnya.

Kartu merah tersebut membuat Almiron dipastikan absen pada laga terakhir fase grup melawan Australia yang akan menentukan peluang Paraguai lolos ke babak berikutnya.

FIFA juga masih memiliki kewenangan untuk memperpanjang masa hukuman sehingga pemain berusia 32 tahun itu berisiko melewatkan pertandingan fase gugur jika Paraguai berhasil melaju.

Menariknya, ini menjadi kali kedua Almiron terkena dampak aturan baru pada Piala Dunia 2026. Pada pertandingan pembuka melawan Amerika Serikat, ia juga menerima kartu kuning setelah VAR membatalkan kartu untuk bek AS Tim Ream dan justru menghukumnya karena dianggap melakukan diving.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

16 Tahun Menunggu, Komunitas Paraguay di AS Sambut Piala Dunia 2026

16 Tahun Menunggu, Komunitas Paraguay di AS Sambut Piala Dunia 2026

SPORT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon