ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Shin Tae-yong Ungkap Cara Redam Tekanan Besar Latih Persija

Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:49 WIB
HS
BW
Penulis: Hendro Dahlan Situmorang | Editor: BW
Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong.
Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong. (Beritasatu.com/Hendro Dahlan Situmorang)

Jakarta, Beritasatu.com — Menjadi pelatih Persija Jakarta bukan pekerjaan yang mudah. Besarnya ekspektasi manajemen dan suporter Macan Kemayoran membuat posisi tersebut selalu berada di bawah sorotan. Namun, bagi Shin Tae-yong, tekanan justru menjadi bagian yang tak terpisahkan dari sepak bola profesional.

Pelatih asal Korea Selatan itu mengaku tidak merasa terbebani dengan tuntutan tinggi yang mengiringi kiprahnya bersama Persija. Sebaliknya, ia memilih menghadapi tekanan dengan persiapan yang matang dan pola pikir yang positif.

“Posisi ini bukan tempat yang bebas dari tekanan, melainkan tempat yang justru menerima tekanan kuat. Namun, dengan menyadari hal itu dan melakukan persiapan matang jauh-jauh hari, kami bisa mengantisipasi serta menghindari banyak tekanan,” ujar Shin Tae-yong, Sabtu (20/6/2026).

ADVERTISEMENT

Mantan pelatih tim nasional Indonesia dan Korea Selatan tersebut menjelaskan, dirinya memiliki metode khusus untuk menjaga fokus menjelang pertandingan. Ia akan memaksimalkan seluruh persiapan teknis dan taktis hingga dua hari sebelum laga berlangsung.

Memasuki sehari sebelum pertandingan, Shin memilih mengurangi beban pikiran agar dapat menghadapi laga dengan kondisi mental yang lebih tenang.

“Ketika menghadapi pertandingan, saya akan melakukan persiapan yang sangat maksimal sampai 2 hari sebelum laga. Begitu memasuki 1 hari sebelum pertandingan, saya mencoba melupakan beban itu agar bisa menghadapi laga dengan nyaman. Itulah cara tersendiri bagi saya untuk melepas stres,” jelasnya.

Selain tekanan hasil pertandingan, Shin juga menyadari suporter Persija dikenal sangat fanatik dan memiliki ekspektasi tinggi terhadap tim kesayangan mereka. Oleh karena itu, menurutnya, seorang pelatih harus memiliki mental yang kuat untuk menerima berbagai respons, baik pujian maupun kritik.

“Sebagai pelatih, kita tidak bisa hanya mau mendengar pujian. Fan mungkin memuji saat menang, tetapi ketika kami kalah, mereka tentu bisa saja memaki. Saya pribadi memiliki mental untuk menerima hal itu dengan tenang,” tuturnya.

Alih-alih menjadikan kritik sebagai beban, Shin mengaku memilih menjadikannya sebagai bahan introspeksi dan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan yang ada.

“Jika saya berpikir fan mengkritik karena memang ada kekurangan pada diri saya, maka alih-alih stres, saya mengubahnya menjadi kesempatan untuk evaluasi diri. Cara berpikir seperti itu ternyata jauh lebih baik,” pungkasnya.

Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong mengaku tidak gentar menghadapi tekanan besar sebagai pelatih Persija Jakarta. Ia mengandalkan persiapan matang hingga 2 hari sebelum pertandingan dan memilih lebih rileks pada H-1 laga untuk menjaga fokus.

Shin juga menganggap kritik dari suporter sebagai bahan evaluasi, bukan sumber tekanan, sehingga mampu menjaga mental tetap kuat di tengah ekspektasi tinggi Macan Kemayoran.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon