ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

AS Sebut Tak Ada Bukti Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

Sabtu, 20 Juni 2026 | 22:52 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Selat Hormuz.
Selat Hormuz. (AP Photo/Rafiq Maqbool)

Washington, Beritasatu.com - Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menyatakan Washington tidak menemukan bukti bahwa Iran masih menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi perhatian dunia setelah konflik antara kedua negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Vance pada Sabtu (20/6/2026) di tengah upaya implementasi kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang mulai berlaku pekan ini. Namun, kabar terbaru menyebut Iran kembali memblokade Selat Hormuz.

"Kami tidak melihat bukti apa pun bahwa Iran masih menutup Selat Hormuz. Namun, akan membutuhkan waktu untuk membersihkan ranjau-ranjau itu," kata Vance kepada Fox News.

ADVERTISEMENT

Selain itu, Vance juga menyampaikan keyakinannya bahwa kesepakatan gencatan senjata yang telah dicapai kedua negara dapat terus berjalan.

"Saya sangat yakin kita dapat mempertahankan gencatan senjata," ujarnya.

Pernyataan tersebut muncul setelah lalu lintas pelayaran komersial di Selat Hormuz menunjukkan pemulihan signifikan. Sebanyak 25 kapal dilaporkan melintasi jalur tersebut pada Kamis (19/6/2026), menjadi angka tertinggi sejak awal Juni.

Peningkatan aktivitas pelayaran terjadi setelah nota kesepahaman perdamaian antara AS dan Iran mulai diimplementasikan. Kesepakatan itu dicapai melalui perundingan yang dimediasi Pakistan pada 14 Juni 2026.

Dokumen yang dikenal sebagai Memorandum Islamabad tersebut mulai berlaku pada 18 Juni setelah ditandatangani secara digital oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump.

Kesepakatan damai itu memuat 14 poin, termasuk penghentian konflik, penerapan gencatan senjata di berbagai wilayah, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta pencabutan blokade maritim AS terhadap Iran.

Selat Hormuz menjadi sorotan pasar energi global setelah aktivitas pelayaran di kawasan tersebut menurun tajam sejak dimulainya operasi militer AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Sebagai salah satu jalur distribusi energi terpenting dunia, stabilitas Selat Hormuz dinilai krusial bagi kelancaran perdagangan minyak dan gas internasional. Karena itu, perkembangan terbaru terkait jalur pelayaran tersebut terus menjadi perhatian pelaku pasar global.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Iran Tutup Selat Hormuz karena AS Langgar Kesepakatan Damai

Iran Tutup Selat Hormuz karena AS Langgar Kesepakatan Damai

INTERNASIONAL
Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Saat Pelayaran Kapal Mulai Pulih

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Saat Pelayaran Kapal Mulai Pulih

EKONOMI
Iran Umumkan Aturan Baru bagi Kapal yang Ingin Melintasi Selat Hormuz

Iran Umumkan Aturan Baru bagi Kapal yang Ingin Melintasi Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Trump Klaim AS Diam-diam Loloskan 87 Kapal Tanker Lewati Selat Hormuz

Trump Klaim AS Diam-diam Loloskan 87 Kapal Tanker Lewati Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Pelayaran Kapal Tanker Mulai Aktif Kembali di Selat Hormuz

Pelayaran Kapal Tanker Mulai Aktif Kembali di Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Harga Minyak Dunia Terkoreksi, BBM Nonsubsidi Berpeluang Ikut Turun?

Harga Minyak Dunia Terkoreksi, BBM Nonsubsidi Berpeluang Ikut Turun?

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon