Pelayaran Kapal Tanker Mulai Aktif Kembali di Selat Hormuz
Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:41 WIB
Teheran, Beritasatu.com – Aktivitas pengiriman minyak melalui Selat Hormuz mulai meningkat setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran menandatangani kesepakatan gencatan senjata.
Sejumlah produsen minyak di kawasan Teluk juga bersiap meningkatkan ekspor meski masih terdapat kekhawatiran terkait aturan baru yang diterapkan Teheran terhadap pelayaran di jalur strategis tersebut.
Data MarineTraffic menunjukkan sedikitnya empat kapal tanker yang mengangkut minyak mentah, produk minyak, dan gas petroleum cair (liquefied petroleum gas/LPG) memasuki Selat Hormuz pada Jumat menuju pelabuhan-pelabuhan di Teluk Irak.
Salah satu kapal tanker minyak mentah milik Jepang juga dilaporkan berhasil keluar dari Selat Hormuz setelah sebelumnya mengalami penundaan akibat konflik di kawasan dan kini berlayar menuju Jepang.
Selain itu, dua kapal tanker raksasa berbendera India, Desh Vibhor dan Desh Vaibhav, kembali melintasi Selat Hormuz menuju India setelah sempat mengalami gangguan operasional selama beberapa hari terakhir.
Pemerintah AS dan Iran sebelumnya telah merilis isi perjanjian sementara yang ditandatangani pada Rabu (17/6/2026) untuk mengakhiri konflik. Meski demikian, Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa Washington dapat kembali melancarkan serangan apabila Iran tidak memenuhi komitmen dalam kesepakatan tersebut.
Peningkatan aktivitas pelayaran juga ditandai dengan kembali aktifnya sistem pelacakan kapal. Setelah beberapa pekan banyak kapal mematikan transponder untuk menyembunyikan posisi mereka, kini kapal-kapal komersial mulai kembali menyiarkan lokasi saat melintasi Selat Hormuz.
Berdasarkan data AXS Marine, tercatat 25 pelayaran komersial melintasi Selat Hormuz pada 18 Juni 2026. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi sejak 18 April 2026 dan lebih dari lima kali lipat rata-rata harian pada 10 hari pertama Juni.
Meski demikian, volume lalu lintas tersebut masih jauh di bawah kondisi normal sebelum konflik yang rata-rata mencapai sekitar 120 pelayaran per hari.
Meningkatnya optimisme pasar juga terlihat dari aktivitas produsen minyak Teluk. Kuwait Petroleum Corp menawarkan minyak mentah untuk pengiriman Juli melalui tender setelah mencabut status force majeure dan mengumumkan rencana peningkatan produksi.
Sementara itu, Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) kembali menerbitkan tender penjualan minyak untuk keempat kalinya sepanjang bulan ini.
Pemerintah AS juga secara resmi mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran pada Kamis (18/6/2026), membuka peluang peningkatan ekspor minyak negara tersebut ke pasar global.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
AS Sebut Tak Ada Bukti Iran Kembali Tutup Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Prabowo Minta Masa Tunggu Haji Lebih Singkat dari Saat Ini




