ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Harga Minyak Dunia Terkoreksi, BBM Nonsubsidi Berpeluang Ikut Turun?

Jumat, 19 Juni 2026 | 15:27 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Jalan Veteran, Semarang, Jawa Tengah.
Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Jalan Veteran, Semarang, Jawa Tengah. (ANTARA/Aprillio Akbar)

Jakarta, Beritasatu.com - Penurunan harga minyak dunia dalam beberapa waktu terakhir membuka peluang penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di Indonesia. Sejumlah analis memperkirakan harga BBM nonsubsidi berpotensi turun pada Juli 2026 apabila tren pelemahan minyak mentah global berlanjut.

Saat ini, harga minyak mentah Brent berada di kisaran US$ 78 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di level sekitar US$ 76 per barel. Pelemahan harga tersebut terjadi setelah muncul perkembangan positif terkait hubungan Amerika Serikat dan Iran yang meredakan kekhawatiran gangguan pasokan energi global.

Analis komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan kesepakatan gencatan senjata selama 60 hari antara Amerika Serikat dan Iran menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga minyak dunia.

ADVERTISEMENT

Menurut dia, salah satu poin penting dalam kesepakatan tersebut adalah kembali terbukanya jalur pelayaran di Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur strategis perdagangan energi dunia.

"Transportasi sekitar 20% minyak mentah dunia yang melewati Selat Hormuz berpotensi kembali berjalan lancar," ujar Ibrahim, Jumat (19/6/2026).

Selain faktor geopolitik, pasar minyak global juga menghadapi kondisi kelebihan pasokan (oversupply). Produksi yang lebih tinggi dibandingkan permintaan dinilai menjadi salah satu penyebab harga minyak terus bergerak turun.

Ibrahim menjelaskan kondisi tersebut membuat harga minyak mentah semakin mendekati level US$ 70 per barel, yang berpotensi memberikan ruang bagi penurunan harga BBM nonsubsidi di dalam negeri.

Namun, ia memperkirakan penyesuaian harga tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. Pemerintah dan badan usaha penyalur BBM diperkirakan masih akan melakukan evaluasi terhadap perkembangan harga energi global sebelum menetapkan harga baru.

"Tetapi tidak langsung turun dalam minggu ini, ada kemungkinan besar pemerintah sudah mengkaji di awal-awal Juli BBM nonsubsidi akan diturunkan," katanya.

Jika penurunan harga minyak dunia berlanjut hingga akhir Juni, peluang koreksi harga BBM nonsubsidi pada awal Juli dinilai semakin terbuka. Namun, keputusan akhir tetap akan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk rata-rata harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta kondisi pasokan energi nasional.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Harga Minyak Dunia Menuju Penurunan 8 Persen Pekan Ini

Harga Minyak Dunia Menuju Penurunan 8 Persen Pekan Ini

EKONOMI
Update Harga Minyak: Melemah Waspadai Ketegangan Timur Tengah

Update Harga Minyak: Melemah Waspadai Ketegangan Timur Tengah

EKONOMI
Harga Minyak Turun setelah Damai AS-Iran, Pasokan Kembali Mengalir

Harga Minyak Turun setelah Damai AS-Iran, Pasokan Kembali Mengalir

EKONOMI
Akhirnya Harga Minyak Dunia Kembali ke Level Sebelum Perang Iran

Akhirnya Harga Minyak Dunia Kembali ke Level Sebelum Perang Iran

EKONOMI
Update Harga Minyak Dunia Jatuh ke Level Terendah sejak Perang Iran

Update Harga Minyak Dunia Jatuh ke Level Terendah sejak Perang Iran

EKONOMI
IEA Peringatkan Risiko Banjir Pasokan Minyak setelah Damai AS-Iran

IEA Peringatkan Risiko Banjir Pasokan Minyak setelah Damai AS-Iran

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon