ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Update Harga Minyak: Melemah Waspadai Ketegangan Timur Tengah

Jumat, 19 Juni 2026 | 18:54 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Ilustrasi minyak mentah.
Ilustrasi minyak mentah. (CNBC)

London, Beritasatu.com – Harga minyak dunia Brent crude pada perdagangan Jumat (19/6/2026) kembali mencatatkan penurunan seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan meredanya prospek gencatan senjata Amerika Serikat (AS)–Iran.

Brent crude futures turun 0,3% atau 24 sen menjadi US$ 79,61 per barel. Kontrak tersebut menuju penurunan mingguan kedua berturut-turut. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kontrak Juli naik 0,8% atau 58 sen menjadi US$ 77,18 per barel.

Adapun kontrak WTI yang lebih aktif diperdagangkan untuk Agustus tercatat stabil di level US$ 75,87 per barel.

Ketidakpastian meningkat setelah pemerintah Swiss menyebut bahwa perundingan antara AS dan Iran terkait kesepakatan penghentian konflik Timur Tengah tidak akan dilanjutkan, menyusul pembatalan perjalanan Wakil Presiden AS JD Vance. Situasi ini menambah kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan minyak global.

ADVERTISEMENT

“Itu menunjukkan jalan terjal yang harus ditempuh untuk mencapai pemulihan penuh dan tanpa gangguan pada aliran minyak melalui Selat Hormuz,” kata analis PVM Oil Associates Tamas Varga dilansir dari Reuters.

“Tidak diragukan lagi, perkembangan berita terkait kesepakatan gencatan senjata akan terus membentuk sentimen pasar,” ujarnya.

Sebelumnya, harga minyak sempat menyentuh level terendah sejak awal konflik setelah sejumlah kapal tanker, termasuk tiga kapal berbendera Arab Saudi dengan total muatan 6 juta barel, melintasi Selat Hormuz usai penandatanganan kesepakatan sementara antara AS dan Iran.

Analis memperkirakan kesepakatan tersebut dapat melepaskan lebih dari 85 juta barel minyak yang sempat tertahan di kawasan Teluk untuk masuk kembali ke pasar global. Kesepakatan itu juga mencakup kemungkinan pencabutan sanksi AS terhadap minyak Iran, yang berpotensi menambah pasokan global.

Sekitar 20% pasokan minyak dan gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) dunia melewati Selat Hormuz, sehingga pemulihan aliran distribusi akan sangat menentukan stabilitas harga energi global dalam beberapa bulan ke depan.

Citi memperkirakan skenario dasar dengan probabilitas 60% menunjukkan normalisasi aliran pasokan akan berlanjut, dengan pasar minyak berpotensi mengalami surplus dan harga bergerak turun dalam 6–12 bulan ke depan ke kisaran US$ 60–65 per barel pada kuartal I 2027.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Harga Minyak Dunia Menuju Penurunan 8 Persen Pekan Ini

Harga Minyak Dunia Menuju Penurunan 8 Persen Pekan Ini

EKONOMI
Akhirnya Harga Minyak Dunia Kembali ke Level Sebelum Perang Iran

Akhirnya Harga Minyak Dunia Kembali ke Level Sebelum Perang Iran

EKONOMI
Update Harga Minyak Dunia Jatuh ke Level Terendah sejak Perang Iran

Update Harga Minyak Dunia Jatuh ke Level Terendah sejak Perang Iran

EKONOMI
Militer AS Gunakan Taktik Iran untuk Selundupkan Minyak

Militer AS Gunakan Taktik Iran untuk Selundupkan Minyak

INTERNASIONAL
Harga Minyak Hari Ini Anjlok 5 Persen Sambut Kesepakatan AS-Iran

Harga Minyak Hari Ini Anjlok 5 Persen Sambut Kesepakatan AS-Iran

EKONOMI
Harapan Damai AS-Iran Menguat, Harga Minyak Dunia Anjlok 3 Persen

Harapan Damai AS-Iran Menguat, Harga Minyak Dunia Anjlok 3 Persen

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon