Update Harga Minyak: Melemah Waspadai Ketegangan Timur Tengah
Jumat, 19 Juni 2026 | 18:54 WIB
Sementara itu, Commerzbank menurunkan proyeksi harga Brent menjadi US$ 80 per barel pada akhir tahun dari sebelumnya US$ 85, dengan catatan harga masih berpotensi bertahan di atas level sebelum konflik sepanjang tahun depan.
Dari sisi lain, Irak menyatakan siap kembali meningkatkan produksi minyak seiring pemulihan operasi ladang minyaknya.
Dari sisi permintaan, Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) memproyeksikan permintaan minyak dunia naik menjadi 113,3 juta barel per hari (bph) pada 2030 dari 105,1 juta bph pada 2025.
Meski demikian, ketegangan di kawasan masih berlanjut setelah Israel melanjutkan operasi militernya terhadap Hizbullah di Lebanon, yang memunculkan keraguan atas keberlanjutan kesepakatan damai AS–Iran.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




