Munas dan Konbes NU 2026 Resmi Dibuka Rais Aam PBNU di Kediri
Minggu, 21 Juni 2026 | 00:25 WIB
Kediri, Beritasatu.com – Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026 resmi dibuka oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar di Pondok Pesantren Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu (20/6/2026) malam.
Sejumlah tokoh dan ulama hadir dalam pembukaan tersebut, antara lain KH Mustofa Bisri, KH Said Aqil Siroj, Mantan Wapres KH Ma’ruf Amin, KH Huda Jazuli, KH Anwar Mansur, Alissa Wahid, serta Menteri Agama Prof KH Nasaruddin Umar.
Ratusan pengurus PCNU se-Indonesia, kepala daerah, serta tamu undangan turut mengikuti rangkaian kegiatan pembukaan Munas dan Konbes NU 2026.
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menegaskan Nahdlatul Ulama lahir dan berkembang di lingkungan pesantren. Ia menyampaikan apresiasi kepada para ulama, kiai sepuh, dan pengasuh pondok pesantren yang hadir dalam pembukaan kegiatan di Ponpes Ploso.
"Dari Ponpes Ploso, maka semua akan dipersiapkan untuk menuju Muktamar NU ke-35 tahun 2026. Dan ini adalah kesempatan para pengurus NU untuk melakukan yang terbaik, serta mencurahkan khidmat yang dimiliki untuk masa depan bangsa Indonesia yang lebih baik," kata Yahya.
Pembukaan Munas dan Konbes ditandai penabuhan kentongan sebanyak sembilan kali oleh Miftachul Akhyar. Angka tersebut melambangkan wali songo sekaligus simbol bintang sembilan pada logo Nahdlatul Ulama.
Ketua Organizing Committee sekaligus Sekjen PBNU Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul berharap Munas dan Konbes NU 2026 membuahkan hasil yang manfaat, dan tidak menimbulkan masalah bagi siapa pun.
“Pesan dari masyayikh, yakni kita (PBNU) harus memperhatikan dari para ulama pengasuh ponpes, mendengarkan masukan-masukan yang dapat dijadikan inspirasi dalam mengambil keputusan dalam Muktamar nanti. Karena para tokoh ulama ingin, agar PBNU ke depan berkiprah nyata dalam masyarakat, karena kondisi global yang tidak menentu," katanya.
Munas dan Konbes NU 2026 diharapkan mampu merumuskan keputusan strategis dengan tetap mengedepankan persatuan dan kesatuan jam’iyah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Aniaya Warga hingga Tewas, 3 Sekuriti PT Agrinas Palma Jadi Tersangka




