ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Munas dan Konbes NU 2026

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:16 WIB
MM
SM
Penulis: Moh. Muajijin | Editor: SMR
Ketua Steering Committee (SC) sekaligus Katib 'Aam PBNU? KH Ahmad Said Asrori (dua dari kanan) memberi keterangan pers terkait Munas dan Konbes NU 2026 di Kediri, Sabtu, 20 Juni 2026.
Ketua Steering Committee (SC) sekaligus Katib 'Aam PBNU? KH Ahmad Said Asrori (dua dari kanan) memberi keterangan pers terkait Munas dan Konbes NU 2026 di Kediri, Sabtu, 20 Juni 2026. (Beritasatu.com/Moh Muajijin)

Kediri, Beritasatu.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama atau Munas-Konbes NU 2026 digelar di Kediri dan Bangkalan.

Munas dan Konbes NU akan berlangsung di Pondok Pesantren Ploso, Kabupaten Kediri, Jawa Timur mulai hari ini. Forum tersebut membahas isu keagamaan, kebangsaan, serta rekomendasi program di tengah dinamika global.

Ketua Organizing Committee (OC) sekaligus Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf alias Gus Ipul dalam konferensi pers, Sabtu (20/6/2026), mengatakan rangkaian agenda inti akan berlangsung selama 2 hari di Kediri. 

ADVERTISEMENT

Selanjutnya sesi penutupan Munas-Konbes NU 2026 akan digelar di STAI Syaichona Moh Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026) dan dijadwalkan dihadiri langsung oleh Presiden prabowo.

Konferensi pers Munas dan Konbes NU tersebut turut dihadiri Ketua Steering Committee (SC) sekaligus Katib Aam PBNU KH Ahmad Said Asrori, KH Amin Said Husni, serta Prof Moh Nuh.

KH Ahmad Said Asrori menjelaskan, Munas dan Konbes NU digelar di dua lokasi, yakni Pondok Pesantren Ploso, Kediri, dan Bangkalan, Madura, karena keduanya memiliki nilai historis dalam perkembangan Islam di Jawa Timur.

"Pelaksanaan Munas dan Konbes dilaksanakan di Ploso, karena banyak alumni Ploso yang menjadi tokoh ulama, dan tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia. Sedangkan penutupan di Bangkalan, karena KH Syaikhona Kholil melakukan ritual panjang, dan memberikan isyarat kepada KH Hasyim Asy'ari, untuk mendirikan organisasi Nahdlatul Ulama," kata KH Ahmad Said Asrori.

Wakil Organizing Committee (OC) Prof Moh Nuh mengatakan, Munas dan Konbes NU membahas persoalan diniah atau keagamaan, isu organisasi, serta rekomendasi program yang berkaitan dengan kehidupan berbangsa, bernegara, dan beragama.

"Tema yang diambil dalam Munas dan Konbes ini yakni menjaga muruah Nahdlatul Ulama, memperkaya umat, serta membahas isu sosial yang membawa kemaslahatan bagi bangsa Indonesia," jelas Prof Moh Nuh.

Sejumlah masyayikh yang hadir dalam Munas dan Konbes di Pondok Pesantren Ploso antara lain mantan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin, mantan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, KH Kafabihi Mahrus, dan KH Huda Jazuli.

Munas dan Konbes diikuti utusan Syuriyah PWNU dari seluruh Indonesia. Fokus utama pembahasan meliputi masail diniyah yang terbagi dalam tiga kategori, yakni waqi'iyah atau persoalan kontemporer, maudlu'iyah atau tematik, dan qanuniyah yang merespons regulasi serta peraturan perundang-undangan.

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf juga dijadwalkan berziarah ke makam pendiri Pondok Pesantren Ploso sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Seruan Masyayikh: Munas dan Konbes NU Harus Jaga Tradisi Pesantren

Seruan Masyayikh: Munas dan Konbes NU Harus Jaga Tradisi Pesantren

NASIONAL
Jelang Munas-Konbes NU di Kediri, Nama Menag Nasaruddin Umar Mencuat

Jelang Munas-Konbes NU di Kediri, Nama Menag Nasaruddin Umar Mencuat

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon