Bahlil Sebut Konversi LPG ke CNG Masih Dikaji
Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:08 WIB
Purworejo, Beritasatu.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, rencana konversi liquefied petroleum gas (LPG) ke compressed natural gas (CNG) masih dalam tahap kajian pemerintah.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat bauran energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG.
Pernyataan itu disampaikan Bahlil Lahadalia seusai menutup Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat Nasional Penyandang Disabilitas di Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Jumat (19/6/2026).
"Masih dalam proses. Itu adalah bagian daripada bauran energi yang terus kita lakukan dalam rangka mengurangi impor LPG," ujar Bahlil Lahadalia.
Menurutnya, pemerintah terus mencari solusi untuk meningkatkan ketahanan energi nasional. Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah optimalisasi pemanfaatan gas bumi sebagai sumber energi alternatif yang lebih efisien dan tersedia di dalam negeri.
Selain membahas isu energi, Bahlil Lahadalia mengaku terkesan dengan kemampuan para peserta MTQ penyandang disabilitas. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi bukti keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berprestasi dan berkontribusi bagi bangsa.
"Saya tidak mengatakan saudara-saudara kita ini adalah orang yang berkekurangan. Secara fisik mungkin berbeda dengan kita, tetapi yang sehat-sehat ini belum tentu bisa mengaji sebaik apa yang dilakukan oleh saudara-saudara kita," kata Bahlil Lahadalia.
Bahlil menegaskan, negara harus hadir untuk memastikan penyandang disabilitas mendapatkan akses dan kesempatan yang setara dalam berbagai bidang kehidupan.
Menurutnya, keadilan sosial harus diwujudkan melalui kebijakan yang inklusif dan berpihak kepada seluruh warga negara.
"Kaum disabilitas juga layak memperoleh akses yang sama di segala bidang. Tidak boleh mereka terabaikan terhadap hak-hak mereka. Bahkan karena kekhususannya, kaum disabilitas wajib memperoleh perhatian lebih dari negara," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga meminta Fraksi Partai Golkar di DPR untuk mengevaluasi efektivitas regulasi terkait penyandang disabilitas.
Ia menilai aturan yang ada perlu ditinjau kembali untuk memastikan perlindungan dan pemberdayaan berjalan optimal.
"Saya perintahkan Golkar harus dapat menginisiasi undang-undang pemberdayaan kaum disabilitas. Kalau undang-undang itu sudah ada, tolong dicek seberapa besar efektivitasnya dan seberapa besar kesempurnaannya," tegasnya.
Menurutnya, apabila masih terdapat kekurangan dalam implementasi maupun substansi aturan yang berlaku, maka perlu dilakukan penyempurnaan kebijakan.
Ia bahkan berencana menyampaikan gagasan tersebut kepada Presiden agar perhatian terhadap penyandang disabilitas semakin diperkuat.
"Golkar tidak pernah memilih kasih. Satu suara dari penyandang disabilitas nilainya sama dengan satu suara dari orang yang bergelar doktor. Semua sama di mata negara," katanya.
Ajang MTQ Nasional Penyandang Disabilitas yang diselenggarakan Majelis Dakwah Islamiyah bersama Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan juga mencatatkan prestasi internasional. Kegiatan tersebut tercatat dalam Guinness World Records sebagai MTQ penyandang disabilitas pertama di dunia.
Pencapaian itu menjadi simbol pengakuan atas kemampuan dan potensi penyandang disabilitas sekaligus mendorong lahirnya kebijakan yang lebih inklusif di Indonesia.
Menurutnya, seluruh warga negara memiliki hak yang sama tanpa memandang kondisi fisik, latar belakang pendidikan, maupun status sosial.
“Golkar tidak pernah memilih kasih. Satu suara dari penyandang disabilitas nilainya sama dengan satu suara dari orang yang bergelar doktor. Semua sama di mata negara,” ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
TNI AL Perkuat Armada Laut dengan Kapal Nirawak Buatan RI
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Pemadaman Listrik di Surabaya Sempat Ganggu Stasiun dan Fasilitas Umum




