ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

TNI AL Perkuat Armada Laut dengan Kapal Nirawak Buatan RI

Sabtu, 20 Juni 2026 | 20:51 WIB
JS
JS
Penulis: Johnny Johan Sompotan | Editor: JJS
Milanion Group dan PT Republik Palindo Internasional (RPAL) bagian dari Republikorp resmi memperluas program pengembangan kapal permukaan nirawak atau Unmanned Surface Vessel (USV) untuk TNI Angkatan Laut. Kesepakatan menjadi kelanjutan dari kontrak kerja sama yang telah berjalan sejak 2025.
Milanion Group dan PT Republik Palindo Internasional (RPAL) bagian dari Republikorp resmi memperluas program pengembangan kapal permukaan nirawak atau Unmanned Surface Vessel (USV) untuk TNI Angkatan Laut. Kesepakatan menjadi kelanjutan dari kontrak kerja sama yang telah berjalan sejak 2025. (Istimewa)

Paris, Beritasatu.com - TNI Angkatan Laut (AL) memperkuat sistem pertahanannya demi menjaga wilayah maritim di Tanah Air.

Milanion Group dan PT Republik Palindo Internasional (RPAL) bagian dari Republikorp resmi memperluas program pengembangan kapal permukaan nirawak atau Unmanned Surface Vessel (USV) untuk TNI Angkatan Laut. Kesepakatan menjadi kelanjutan dari kontrak kerja sama yang telah berjalan sejak 2025.

Kerja sama terbaru ini menegaskan komitmen kedua pihak dalam memperkuat kemampuan maritim Indonesia melalui konversi kapal serang cepat (fast-attack boat) buatan dalam negeri menjadi USV menggunakan teknologi Advanced Autonomous Conversion System milik Milanion.

Program ini dirancang untuk mendukung kebutuhan pengawasan, keamanan, dan operasi maritim nasional Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan wilayah laut yang sangat luas serta jalur pelayaran strategis.

ADVERTISEMENT

Dengan kondisi tersebut, Indonesia dinilai membutuhkan teknologi maritim yang lebih maju untuk meningkatkan kesadaran situasional di laut sekaligus memperkuat respons terhadap tantangan keamanan yang terus berkembang.

Perjanjian terbaru ini memperluas skema sebelumnya, termasuk penambahan armada kapal serang cepat yang dapat dioperasikan sebagai platform berawak maupun nirawak sesuai kebutuhan misi TNI AL.

Armada tersebut nantinya akan digunakan untuk berbagai operasi seperti patroli wilayah perairan, pengawasan jalur strategis, perlindungan infrastruktur vital, hingga operasi di wilayah kepulauan yang luas dan sulit dijangkau.

Dalam pendekatan yang digunakan, kapal cepat serang yang dibangun di Indonesia akan dikonversi menggunakan conversion kit sehingga tidak perlu dikembangkan dari awal. Metode ini dinilai lebih efisien sekaligus mempercepat penguasaan teknologi oleh industri pertahanan nasional.

Pihaknya menyediakan sistem konversi otonom, integrasi misi, serta dukungan teknis, sementara RPAL bersama galangan kapal nasional bertanggung jawab atas desain dan konstruksi lambung kapal di dalam negeri.

RPAL juga berperan sebagai mitra strategis yang memastikan program ini sejalan dengan kebijakan industri pertahanan dan modernisasi maritim Indonesia. Kolaborasi ini turut menekankan transfer teknologi dan pengembangan sumber daya manusia agar kemampuan operasional dapat dikuasai secara mandiri di masa depan.

“Kami saat ini tengah mengerjakan program konversi kapal serang cepat buatan Indonesia menjadi USV untuk TNI Angkatan Laut. Ini bukan sekadar konsep atau rencana di atas kertas, melainkan program yang sudah berjalan,” ujar CEO Milanion Group Davinder Dogra, Sabtu (20/6/2026).

“Keputusan untuk memperluas program ini merupakan bentuk kepercayaan terhadap apa yang telah dibangun Milanion dan RPAL bersama-sama merupakan sebuah pendekatan yang praktis dan berkelanjutan untuk mengembangkan kapabilitas maritim nirawak yang berdaulat dengan memanfaatkan galangan kapal serta talenta industri Indonesia,” lanjutnya.

Sementara itu, Chairman Republikorp Group Holding, Norman Joesoef menegaskan, kemitraan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional.

“Kemitraan ini mencerminkan komitmen kami untuk mendukung kemandirian industri pertahanan Indonesia sekaligus membangun kolaborasi internasional yang kuat dan seimbang. Bersama Milanion, kami melihat peluang untuk memperkuat kapabilitas maritim Indonesia, mengembangkan talenta nasional, serta berkontribusi dalam membangun ekosistem pertahanan yang lebih tangguh,” ujarnya.

Indonesia sebagai negara kepulauan dengan posisi strategis di jalur pelayaran dunia dinilai semakin membutuhkan sistem pengawasan laut yang adaptif. USV berbasis kapal cepat ini diharapkan mampu mendukung operasi gabungan bersama kapal perang, pesawat udara, hingga aset darat dalam berbagai skenario keamanan maritim.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon