BNPB Bangun Tempat Ibadah Sementara untuk Korban Gempa M 6,7 di Sigi
Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:51 WIB
Bora, Beritasatu.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan tempat ibadah sementara bagi warga terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap dapat menjalankan ibadah selama masa tanggap darurat.
Kepala BNPB Suharyanto meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak di Kabupaten Sigi. Dalam kunjungan itu, ia melihat kondisi rumah warga, fasilitas umum, dan rumah ibadah yang mengalami kerusakan akibat gempa.
BNPB menetapkan penyediaan tempat ibadah sementara sebagai salah satu prioritas pemulihan awal, terutama bagi gereja dan masjid yang terdampak.
Suharyanto mengatakan BNPB telah menyetujui pembangunan tenda ibadah darurat sebelum pembangunan fasilitas sementara yang lebih permanen.
“Gereja yang rusak, karena Minggu besok sudah ibadah, warga minta gereja sementara, kami sudah menyanggupi. Besok akan kami bangunkan tenda yang lebih besar, kemudian dilanjutkan dengan gereja sementara,” ujar Suharyanto saat kunjungan kerja di Sigi, Sabtu (20/6/2026).
BNPB juga memastikan penanganan serupa diberikan untuk rumah ibadah umat Islam. Menurut Suharyanto, prinsip kesetaraan diterapkan dalam pemulihan fasilitas ibadah di lokasi terdampak.
“Akan kita bangunkan masjid sementara,” katanya.
Hingga kini, BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait masih melakukan pendataan kerusakan, penanganan darurat, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Sigi.
BNPB juga fokus pada pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga yang tempat tinggalnya rusak parah akibat gempa. Langkah ini agar warga tidak terlalu lama hidup di pengungsian.
Suharyanto menjelaskan sebagian besar warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat telah menempati lokasi-lokasi pengungsian yang tersebar di desa terdampak. Namun, hingga kini tidak terdapat pengungsian terpusat karena banyak warga memilih tetap berada di sekitar rumah mereka.
Meski kebutuhan dasar masyarakat masih terpenuhi, BNPB menilai tenda pengungsian hanya menjadi solusi jangka pendek. Karena itu, pembangunan huntara menjadi prioritas utama dalam masa transisi darurat menuju pemulihan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
TNI AL Perkuat Armada Laut dengan Kapal Nirawak Buatan RI
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Pemadaman Listrik di Surabaya Sempat Ganggu Stasiun dan Fasilitas Umum




