5 Daerah di Sumsel Siaga Karhutla Hadapi Kemarau 2026
Kamis, 14 Mei 2026 | 17:26 WIB
Palembang, Beritasatu.com - Sebanyak lima daerah di Sumatera Selatan menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau 2026. Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumatera Selatan, Sudirman, mengatakan Kabupaten Banyuasin menjadi wilayah terbaru yang menetapkan status siaga karhutla.
“Banyuasin baru menetapkan status siaga karhutla, jadi saat ini sudah lima daerah di Sumsel yang berstatus siaga menghadapi karhutla pada musim kemarau tahun ini,” katanya di Palembang, Kamis (14/5/2026).
Sudirman menjelaskan status siaga karhutla di Kabupaten Banyuasin berlaku mulai 13 Mei hingga 30 November 2026 guna mengantisipasi ancaman kebakaran hingga musim hujan tiba. Sebelumnya, status siaga karhutla lebih dahulu diberlakukan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir, Muara Enim, dan Musi Banyuasin (Muba).
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov SUmsel) juga telah menetapkan status siaga karhutla tingkat provinsi dan menggelar apel siaga nasional di Griya Agung sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.
Menurut Sudirman, wilayah yang telah menetapkan status siaga merupakan daerah rawan karhutla yang hampir setiap tahun mengalami kebakaran hutan dan lahan, terutama kawasan gambut seperti OKI, Musi Banyuasin, dan Banyuasin.
“Kita juga terus mendorong agar daerah rawan karhutla lainnya menetapkan status siaga pada Mei ini, sesuai arahan saat apel siaga yang lalu,” jelasnya.
Sejumlah daerah rawan karhutla di Sumsel yang belum menetapkan status siaga, antara lain Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Lahat, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ulu Timur, dan Ogan Komering Ulu Selatan.
Selain penetapan status siaga, penanganan karhutla tahun ini juga diperkuat melalui dukungan satuan tugas udara. BPBD Sumsel telah mengajukan bantuan helikopter kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“BNPB akan bertahap mengirimkan empat helikopter water bombing dan satu helikopter patroli. Jumlah bantuan helikopter ini akan menyesuaikan dengan kondisi kejadian di lapangan,” ujar Sudirman.
Ia menambahkan jumlah helikopter dapat ditambah apabila terjadi peningkatan kejadian karhutla di wilayah Sumatera Selatan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
5 Daerah di Sumsel Siaga Karhutla Hadapi Kemarau 2026
1
B-FILES
DPR: Putusan MK Soal IKN Wajib Dipatuhi




