Sesi Pertama Pertemuan Trump dan Xi Jinping Berakhir Tanpa Bahas Iran
Kamis, 14 Mei 2026 | 13:33 WIB
Beijing, Beritasatu.com - Sesi pertama pertemuan bilateral selama dua hari antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dilaporkan berakhir di Beijing pada Kamis (14/5/2026) tanpa membahas perang antara AS-Israel terhadap Iran.
Mengutip Shafaq News, Kamis (14/5/2026), isu perang AS-Israel terhadap Iran sebelumnya disebut menjadi penyebab tertundanya konferensi tingkat tinggi (KTT) AS-China selama enam minggu dari jadwal awal pada Maret 2026. Meski demikian, konflik AS-Iran tidak disinggung sama sekali dalam pidato pembukaan kedua pemimpin negara maju tersebut.
Padahal, situasi keamanan di kawasan Timur Tengah terus memicu kekhawatiran global, terutama terkait masalah penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur sekitar 25% distribusi minyak, gas, hingga pupuk dunia. Kondisi itu turut mendorong harga energi global ke level tertinggi.
Menurut laporan media AS, pemerintahan Trump datang ke Beijing dengan harapan China dapat menekan Teheran. Tetapi, sebelum berangkat dari Washington menuju Beijing, Trump justru memandang sebelah mata kebutuhan AS terhadap bantuan China dalam menangani Iran.
“Saya memiliki hubungan yang baik dengan Presiden Xi Jinping. Saya rasa kita (AS) tidak membutuhkan bantuan apa pun terkait Iran,” ujar Trump.
Dilaporkan sejumlah media pemerintah China, setelah sekitar dua jam pembicaraan tertutup, belum ada pengumuman besar dan berarti yang disampaikan kedua pemimpin tersebut.
Dalam pidato pembukaannya, Xi Jinping mengatakan hubungan kedua negara akan lebih menguntungkan jika dibangun melalui kerja sama dibandingkan konfrontasi.
“China dan Amerika Serikat sama-sama akan memperoleh keuntungan dari kerja sama dan mengalami kerugian dari konfrontasi,” kata Xi Jinping.
Sementara itu, Trump memuji hubungan pribadinya dengan Xi Jinping dan menyebut pemimpin China tersebut sebagai sosok hebat. Orang nomor satu di Amerika itu juga memprediksi hubungan AS-China selanjutnya akan lebih baik dari sebelumnya.
Menurut media pemerintah China, Xi Jinping turut menyoroti isu Taiwan yang disebut sebagai persoalan paling penting dalam hubungan AS-China. Xi Jinping memperingatkan kesalahan dalam menangani isu Taiwan dapat memicu konflik dan menciptakan respons keras yang dapat berlanjut ke situasi yang sangat berbahaya.
Peringatan tersebut muncul di tengah rencana Washington mempertimbangkan paket penjualan senjata senilai US$ 14 miliar untuk Taiwan. Meski telah mendapat persetujuan Kongres AS, Trump hingga kini belum memberikan persetujuan resmi terhadap paket tersebut. Beijing sendiri berulang kali menolak keras terhadap ide penjualan senjata AS ke Taiwan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
5 Daerah di Sumsel Siaga Karhutla Hadapi Kemarau 2026
1
B-FILES
Libur Kenaikan Isa Almasih, Penumpang Bandara Soetta Capai 131.000




