MPR Akan Ulang LCC 4 Pilar, SMAN 1 Pontianak Putuskan Tidak Ikut
Kamis, 14 Mei 2026 | 16:32 WIB
Pontianak, Beritasatu.com - SMA Negeri 1 (SMAN 1) Pontianak memutuskan tidak akan terlibat dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2026 yang akan diulang.
Pernyataan resmi SMAN 1 Pontianak ini dikeluarkan setelah MPR memutuskan akan mengulang LCC yang menjadi polemik karena kesalahan juri dalam menilai jawaban peserta. Seperti diketahui, MPR menyampaikan permohonan maaf dan komitmen melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan lomba.
"SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang diulang, sebagaimana informasi yang disampaikan oleh MPR RI," seperti dikutip Beritasatu.com pada Kamis (14/5/2026), dari akun media sosial SMAN 1 Pontianak.
Penolakan untuk ikut kembali dalam kepesertaan lomba, merupakan salah satu dari delapan poin yang dikeluarkan SMAN 1 Pontianak melalui unggahan resmi di media sosial sekolah.
SMAN 1 Pontianak menegaskan, langkah yang telah dilakukan mereka selama polemik berlangsung bertujuan memperoleh klarifikasi demi terciptanya pelaksanaan lomba yang transparan, objektif, dan akuntabel.
Dalam pernyataan itu, pihak sekolah menegaskan tindakan yang dilakukan bukan untuk menyerang atau menjatuhkan kredibilitas lembaga, penyelenggara lomba, maupun individu tertentu.
“Langkah yang dilakukan bukan merupakan upaya untuk menyerang ataupun menjatuhkan kredibilitas lembaga, penyelenggara lomba, maupun individu tertentu,” demikian isi pernyataan tersebut.
SMAN 1 Pontianak juga menyebut sejak awal tidak memiliki niat memengaruhi hasil lomba. Sekolah hanya menginginkan kejelasan melalui proses klarifikasi terhadap sejumlah poin yang dipersoalkan dalam pelaksanaan LCC Empat Pilar MPR tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
Dalam pernyataan resminya, SMAN 1 Pontianak menyampaikan penghormatan terhadap hasil lomba yang telah ditetapkan. Sekolah juga memberikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas sebagai perwakilan Kalimantan Barat pada ajang LCC Empat Pilar MPR tingkat nasional.
Sikap tersebut dinilai menjadi upaya meredam polemik yang sebelumnya ramai diperbincangkan publik, terutama setelah protes salah satu siswi SMAN 1 Pontianak viral di media sosial.
Selain menyampaikan klarifikasi, pihak sekolah juga mengapresiasi perhatian dan dukungan dari berbagai pihak selama polemik berlangsung.
Meski menolak untuk terlibat kembali dalam perlombaan cerdas cermat MPR, SMAN 1 Pontianak tetap mengajak seluruh pihak menyelesaikan persoalan dengan semangat kebersamaan, saling menghargai, dan menjunjung tinggi nilai persatuan.
SMAN 1 Pontianak juga menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi selama polemik berlangsung. Sekolah berharap persoalan tersebut dapat menjadi pembelajaran untuk menciptakan iklim pendidikan yang kondusif, aman, dan nyaman bagi seluruh peserta didik.
“SMAN 1 Pontianak memohon dukungan dari seluruh pihak ke depan, dalam upaya menciptakan iklim pendidikan yang kondusif, aman, dan nyaman bagi semua,” tulis pihak sekolah.
Pernyataan sikap tersebut ditandatangani Kepala SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati, di Pontianak pada 14 Mei 2026.
Sebelumnya, polemik LCC Empat Pilar MPR tingkat Kalimantan Barat menjadi perhatian publik setelah muncul protes terkait hasil lomba. Kasus tersebut viral di media sosial dan memicu berbagai respons dari masyarakat hingga anggota DPR.
MPR kemudian menyampaikan permohonan maaf sekaligus komitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan lomba agar kejadian serupa tidak terulang pada masa mendatang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
5 Daerah di Sumsel Siaga Karhutla Hadapi Kemarau 2026
1
B-FILES
Libur Kenaikan Isa Almasih, Penumpang Bandara Soetta Capai 131.000




