ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Penjualan Mobil Listrik China Tembus 61 Persen pada April 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 14:35 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Ilustrasi mobil listrik.
Ilustrasi mobil listrik. (Dok)

Jakarta, Beritasatu.com - Pasar kendaraan listrik di China mencatat tonggak baru pada April 2026 setelah tingkat penetrasi kendaraan energi baru atau new energy vehicle (NEV) melampaui 60% untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Berdasarkan data Asosiasi Mobil Penumpang China (CPCA) dan Dongchedi, tingkat penetrasi NEV pada April mencapai 61,4%, didorong penurunan tajam penjualan mobil bermesin pembakaran internal (ICE).

Fenomena tersebut terlihat dari daftar mobil penumpang terlaris di China, di mana sembilan dari 10 model teratas kini diisi kendaraan listrik maupun hybrid plug-in. Satu-satunya mobil berbahan bakar bensin yang masih masuk daftar adalah Geely Coolray yang berada di posisi kedelapan.

ADVERTISEMENT

Model terlaris April 2026 ditempati Geely Xingyuan dengan penjualan 34.727 unit, disusul Xiaomi SU7 sebanyak 26.826 unit dan Tesla Model Y sebanyak 22.990 unit.

Selain itu, daftar kendaraan terlaris juga diisi model, seperti BYD Sealion 06 EV, BYD Dolphin, hingga Leapmotor A10.

Data CPCA menunjukkan total penjualan ritel mobil penumpang di China pada April mencapai 1,384 juta unit atau turun 21,5% secara tahunan (year on year/yoy). Namun, segmen kendaraan berbahan bakar bensin mengalami penurunan jauh lebih dalam.

Penjualan mobil ICE tercatat hanya 530.000 unit, anjlok 37% dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan turun 33% dibanding bulan sebelumnya.

Sementara itu, penjualan kendaraan energi baru mencapai 849.000 unit. Analis yang dikutip Jiemian menilai lonjakan penetrasi NEV dipicu tingginya harga minyak serta meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap kendaraan listrik.

Dominasi kendaraan listrik paling terlihat pada merek lokal China. Tingkat penetrasi NEV untuk merek domestik mencapai 80,1%, sedangkan merek mewah berada di level 26,1% dan perusahaan patungan arus utama sebesar 14,1%.

Untuk produsen dengan penjualan NEV terbesar, BYD memimpin dengan 182.025 unit, diikuti Geely sebanyak 95.585 unit dan Changan sebesar 64.471 unit.

Selain pasar domestik, ekspor kendaraan listrik China juga melonjak tajam. Total ekspor mobil penumpang mencapai 769.000 unit atau naik 80,7% yoy, sedangkan ekspor NEV melonjak 111,8% menjadi 406.000 unit.

Untuk pertama kalinya, kendaraan energi baru menyumbang lebih dari separuh total ekspor mobil penumpang China dengan kontribusi 52,7%.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Khawatir Serbuan Mobil China, DPR AS Siapkan Aturan Baru

Khawatir Serbuan Mobil China, DPR AS Siapkan Aturan Baru

OTOTEKNO
Pengusaha Otomotif AS: EV China Bukan Kompetitor Normal

Pengusaha Otomotif AS: EV China Bukan Kompetitor Normal

OTOTEKNO
Industri Otomotif AS Desak Trump Tolak Mobil China

Industri Otomotif AS Desak Trump Tolak Mobil China

OTOTEKNO
Penjualan Mobil di China Turun, Ekspor EV dan PHEV Melonjak 111 Persen

Penjualan Mobil di China Turun, Ekspor EV dan PHEV Melonjak 111 Persen

OTOTEKNO
Isu Korosi Mulai Membayangi Mobil Listrik China di Wilayah Eropa

Isu Korosi Mulai Membayangi Mobil Listrik China di Wilayah Eropa

OTOTEKNO
Fast Charging BYD Disorot Imbas Suhu Baterai Sentuh 76 Derajat Celsius

Fast Charging BYD Disorot Imbas Suhu Baterai Sentuh 76 Derajat Celsius

OTOTEKNO

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon