ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Khawatir Serbuan Mobil China, DPR AS Siapkan Aturan Baru

Selasa, 12 Mei 2026 | 17:39 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Ilustrasi Mobil Listrik China.
Ilustrasi Mobil Listrik China. (Istimewa/Istimewa)

Washington, Beritasatu.com – Dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik dan Demokrat mengajukan rancangan undang-undang baru untuk memperketat larangan terhadap produsen mobil China masuk ke pasar otomotif AS.

Langkah tersebut dilakukan menjelang kunjungan Presiden Donald Trump ke China untuk melakukan pembicaraan bilateral dengan Presiden China Xi Jinping.

Anggota DPR dari Partai Republik John Moolenaar dan politikus Partai Demokrat Debbie Dingell pada Senin (11/5/2026) waktu setempat, memperkenalkan rancangan aturan yang bertujuan memperkuat kebijakan pembatasan kendaraan China yang sebelumnya diterapkan pemerintahan Presiden Joe Biden.

Rancangan undang-undang tersebut akan mengesahkan secara permanen regulasi era Biden yang secara efektif melarang produsen mobil China menjual kendaraan penumpang di AS.

ADVERTISEMENT

Selain itu, aturan baru juga akan melarang kendaraan yang dirancang di China apabila menggunakan sistem konektivitas canggih maupun perangkat lunak kendaraan tertentu.

Sebelumnya, pemerintahan Biden pada Januari 2025 telah menerapkan regulasi ketat terhadap kendaraan China dengan alasan keamanan nasional. Pemerintah AS menilai kendaraan modern memiliki kemampuan mengumpulkan data sensitif pemilik kendaraan maupun lingkungan sekitarnya.

Aturan tersebut praktis menutup akses produsen otomotif China ke pasar kendaraan penumpang AS.

Rancangan undang-undang serupa sebelumnya juga telah diajukan di Senat AS oleh Senator Partai Republik Bernie Moreno dan Senator Partai Demokrat Elissa Slotkin bulan lalu.

Tekanan terhadap kendaraan China juga datang dari industri otomotif AS. Pada Maret 2026, kelompok industri otomotif yang mewakili hampir seluruh produsen mobil besar dunia meminta pemerintah AS mempertahankan pembatasan terhadap produsen mobil China.

Kelompok tersebut mencakup produsen otomotif Detroit Three, Volkswagen, Hyundai, Toyota, produsen suku cadang, hingga asosiasi dealer kendaraan.

Mereka menilai ambisi China mendominasi industri otomotif global menjadi ancaman langsung terhadap daya saing industri, keamanan nasional, dan basis manufaktur otomotif AS.

Meski kendaraan China telah dikenakan tarif tinggi, minat konsumen AS terhadap mobil listrik China dilaporkan terus meningkat dalam sejumlah survei terbaru.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pengusaha Otomotif AS: EV China Bukan Kompetitor Normal

Pengusaha Otomotif AS: EV China Bukan Kompetitor Normal

OTOTEKNO
Pengusaha Otomotif Titip Pesan ke Trump: Jangan Biarkan China Masuk!

Pengusaha Otomotif Titip Pesan ke Trump: Jangan Biarkan China Masuk!

OTOTEKNO
Industri Otomotif AS Desak Trump Tolak Mobil China

Industri Otomotif AS Desak Trump Tolak Mobil China

OTOTEKNO
Penjualan Mobil di China Turun, Ekspor EV dan PHEV Melonjak 111 Persen

Penjualan Mobil di China Turun, Ekspor EV dan PHEV Melonjak 111 Persen

OTOTEKNO
BYD hingga Tesla Bantah Bermasalah dengan Regulator China

BYD hingga Tesla Bantah Bermasalah dengan Regulator China

OTOTEKNO
Geely Jadi Perusahaan China Pertama Ekspor Mobil Listrik ke Kanada

Geely Jadi Perusahaan China Pertama Ekspor Mobil Listrik ke Kanada

OTOTEKNO

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon