Bisnis EV Rugi Besar, Honda Fokus Perluas Pasar Motor di India
Kamis, 14 Mei 2026 | 18:31 WIB
Tokyo, Beritasatu.com – Honda Motor Co fokus memperluas bisnis sepeda motor di India untuk menopang kinerja keuangan sekaligus menutup kerugian besar dari restrukturisasi bisnis kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).
Produsen otomotif terbesar kedua di Jepang tersebut mencatat rugi operasional sebesar 414,3 miliar yen atau sekitar US$ 2,63 miliar pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2026. Ini menjadi kerugian tahunan pertama Honda sejak melantai di bursa saham pada 1957.
Honda menyatakan bisnis sepeda motor akan meningkatkan kapasitas produksi di India dan menargetkan penjualan tertinggi sepanjang sejarah sebanyak 22,8 juta unit pada tahun fiskal berjalan.
“Kami akan memperluas kapasitas produksi di India dan menargetkan rekor penjualan 22,8 juta unit,” tulis Honda dalam laporan keuangannya dilansir dari Reuters, Kamis (14/5/2026).
Penjualan kuat di India dan Brasil mendorong bisnis sepeda motor Honda mencetak volume penjualan dan laba operasional tertinggi sepanjang sejarah pada tahun fiskal lalu. Kinerja itu membantu meredam dampak kerugian besar dari bisnis EV serta penurunan penjualan mobil di pasar utama, termasuk China.
Honda membukukan total kerugian terkait bisnis EV sebesar 1,45 triliun yen pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2026. Perusahaan juga memperkirakan tambahan biaya sebesar 500 miliar yen pada tahun fiskal berjalan.
Chief Executive Officer (CEO) Honda Toshihiro Mibe mengatakan perusahaan membatalkan target EV menyumbang seperlima dari total penjualan mobil baru pada 2030. Honda juga menghapus target peralihan penuh ke kendaraan listrik maupun fuel-cell vehicle pada 2040.
Selain itu, Honda menunda tanpa batas waktu proyek EV di Kanada senilai US$ 11 miliar yang sebelumnya direncanakan menjadi investasi terbesar perusahaan di negara tersebut.
Meski mencatat rugi besar, saham Honda sempat menyentuh level tertinggi dalam dua bulan sebelum ditutup naik 3,8% pada perdagangan Kamis (14/5/2026). Kenaikan itu terjadi seusai perusahaan memastikan dividen tahunan tetap sebesar 70 yen per saham serta menjanjikan pengembalian kepada pemegang saham minimal 800 miliar yen dalam tiga tahun.
Analis Macquarie James Hong menilai langkah Honda dalam pengembangan EV masih berjalan lambat. “Eksekusi secara keseluruhan berjalan sangat lambat,” kata Hong.
Ia menilai sejumlah strategi yang diumumkan Honda, termasuk peningkatan penggunaan komponen lokal dari China, bukan langkah baru.
Honda memperkirakan dapat kembali mencetak laba sebesar 500 miliar yen pada tahun fiskal ini melalui efisiensi biaya dan kontribusi bisnis sepeda motor.
Namun, perusahaan memperingatkan kenaikan harga bahan baku, termasuk dampak konflik Timur Tengah, dapat menggerus laba operasional hingga 313 miliar yen pada tahun fiskal berjalan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
B-FILES
Libur Kenaikan Isa Almasih, Penumpang Bandara Soetta Capai 131.000




