ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kena Pukul Bisnis EV, Honda Alami Kerugian Perdana Sejak 1957

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:33 WIB
H
H
Penulis: Herman | Editor: HE
Logo Honda
Logo Honda (AP Photo/Koji Sasahara)

Jakarta, Beritasatu.com – Produsen otomotif Jepang, Honda Motor, mencatat kerugian tahunan pertamanya dalam hampir 70 tahun sejak melantai di bursa saham pada 1957.

Dikutip dari Reuters, Kamis (14/5/2026), kerugian ini dipicu biaya restrukturisasi bisnis kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) yang mencapai lebih dari US$ 9 miliar. Kondisi tersebut membuat Honda membatalkan target ambisius penjualan mobil listriknya di masa depan.

CEO Honda, Toshihiro Mibe, mengatakan perusahaan membatalkan target kendaraan listrik menyumbang seperlima penjualan mobil baru pada 2030. Honda juga menghapus target untuk sepenuhnya beralih ke kendaraan listrik dan fuel-cell pada 2040.

ADVERTISEMENT

Selain itu, Honda menunda tanpa batas waktu proyek kendaraan listrik di Kanada senilai US$ 11 miliar. Proyek tersebut sebelumnya dirancang untuk memproduksi mobil listrik dan baterai, sekaligus menjadi investasi terbesar Honda di negara itu.

Meski mencatat kerugian besar, saham Honda sempat menyentuh level tertinggi dalam dua bulan sebelum akhirnya ditutup naik 3,8% pada perdagangan Kamis (14/5/2026).

Kenaikan saham terjadi setelah Honda menjanjikan pengembalian kepada pemegang saham senilai minimal 800 miliar yen dalam tiga tahun ke depan. Perusahaan juga mempertahankan dividen tahunan sebesar 70 yen per saham.

Kepala riset mobilitas Macquarie, James Hong, menilai eksekusi strategi Honda masih berjalan lambat. Ia menambahkan, beberapa strategi yang diumumkan Honda, seperti penggunaan lebih banyak komponen lokal dari China, bukan hal baru.

Honda mencatat rugi operasional sebesar 414,3 miliar yen atau sekitar US$ 2,63 miliar pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2026. Angka ini lebih buruk dibanding perkiraan analis sebesar 315,6 miliar yen dan berbanding terbalik dengan laba 1,2 triliun yen pada tahun sebelumnya.

Total kerugian terkait bisnis kendaraan listrik Honda mencapai 1,45 triliun yen pada tahun fiskal tersebut. Untuk tahun fiskal yang baru dimulai, Honda memperkirakan tambahan biaya sebesar 500 miliar yen.

Meski demikian, Honda tetap optimistis bisa kembali mencetak laba tahun ini dengan target keuntungan 500 miliar yen melalui langkah efisiensi biaya dan dukungan bisnis sepeda motor.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon