ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jenis Penyakit Jemaah Indonesia Selama Melaksanakan Ibadah Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 17:25 WIB
JS
JS
Penulis: Johnny Johan Sompotan | Editor: JJS
Ilustrasi ibadah haji.
Ilustrasi ibadah haji. (Freepik)

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah Indonesia dr Mohammad Rizki menyebutkan sejumlah penyakit yang dialami jemaah haji Indonesia saat melakukan ibadah haji di Tanah Suci.

dr Mohammad Rizki menilai, jumlah jemaah haji Indonesia pada 2026 memiliki 37% pasien-pasien lansia yang masuk dalam kelompok risiko.

"Pelayanan di tahap awal diberikan oleh tenaga kesehatan haji kloter, tetapi juga diberikan oleh teman-teman yang bertugas di sektor dan teman-teman yang bertugas di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI)," kata kepala KKHI Makkah dr Mohammad Rizki dikutip dari program Beritasatu Sore, Kamis (14/5/2026).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, dalam satu hari, jemaah haji Indonesia yang melakukan pengobatan selama ibadah haji bisa mencapai 25 pasien, tergantung pada jenis penyakit yang dialami jemaah haji.

"Yang bertugas di KKHI memang untuk saat ini jumlahnya masih 10 jemaah yang datang berkunjung, kami juga melakukan kunjungan ke sektor. Pada kunjungan ke sektor, jumlah jemaah yang bisa kita layani bisa berkisar antara 15 sampai 25 pasien tergantung jenis spesialisasi teman-teman di sektor," lanjutnya.

Mohammad Rizki menambahkan, jenis penyakit yang dialami jemaah haji selama berada di Tanah Suci beraneka ragam.

"Berkaitan dengan penyakit yaitu cukup banyak gangguan orientasi karena diakibatkan penyesuaian di lingkungan baru. Kemudian, ada pula penyakit yang sudah dialami saat di Tanah Air seperti hipertensi, diabetes," tegasnya.

Selain penyakit bawaan, ada pula jemaah haji yang mengalami trauma selama berada di Tanah Suci.

"Lalu, ada juga yang banyak pasien-pasien yang mengalami trauma karena terjatuh saat melakukan aktivitas atau saat melakukan ibadah," bebernya.

Ia menambahkan, dalam melakukan pelayanan pada ibadah haji 2026 tetap sama dengan tahun sebelumnya.

"Skema pelayanan kesehatan hampir sama seperti tahun lalu, kita tidak melakukan kegiatan perawatan seperti tahun sebelumnya. Namun, kami melakukan pelayanan berdasarkan permintaan dari pihak Arab Saudi yaitu berdasarkan pembagian urgent care center (UCC), yaitu kita ada 39 pos kesehatan satelit dengan level UCC tiga, serta satu pos kesehatan di KKHI dengan level 2," bebernya.

"Untuk di level 2, kita melayani kasus-kasus jemaah haji yang emergency sementara di level 3 kita melakukan pelayanan yang tidak perlu terlalu segera atau masih boleh dilakukan dalam rentan waktu 30 menit hingga 2 jam," tutupnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Embarkasi Makassar Jadi Contoh Pelayanan Haji Nasional

Embarkasi Makassar Jadi Contoh Pelayanan Haji Nasional

SULAWESI SELATAN
Waspada! Ini Titik Siaga Petugas jika Jemaah Tersesat di Masjidil Haram

Waspada! Ini Titik Siaga Petugas jika Jemaah Tersesat di Masjidil Haram

MULTIMEDIA
Jemaah Haji 2026 Bisa Tanya Ulama via Telepon 24 Jam, Begini Caranya

Jemaah Haji 2026 Bisa Tanya Ulama via Telepon 24 Jam, Begini Caranya

NASIONAL
10 WNI Ditangkap Terkait Ibadah Haji Ilegal dalam Sepekan

10 WNI Ditangkap Terkait Ibadah Haji Ilegal dalam Sepekan

NASIONAL
Kisah Remaja 17 Tahun Jadi Calon Jemaah Haji Termuda Asal Grobogan

Kisah Remaja 17 Tahun Jadi Calon Jemaah Haji Termuda Asal Grobogan

JAWA TENGAH
Kondisi Kesehatan Jadi Penentu, 10 Jemaah Haji Batal Berangkat

Kondisi Kesehatan Jadi Penentu, 10 Jemaah Haji Batal Berangkat

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon