Trump Klaim AS Diam-diam Loloskan 87 Kapal Tanker Lewati Selat Hormuz
Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58 WIB
Washington, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut Washington diam-diam berhasil memindahkan setidaknya 87 kapal tanker minyak melintasi Selat Hormuz tanpa diketahui oleh pasukan Iran.
Dalam wawancara dengan Axios yang disiarkan pada Jumat (19/6/2026) waktu setempat Trump mengungkapkan operasi tersebut dilakukan pada malam hari dengan pengamanan ketat dari militer AS.
"Kami berangkat pukul 01.00 dini hari, semua lampu dimatikan, dan kapal perusak angkatan laut kami akan merapat," kata Trump, mengutip Anadolu Agency, Sabtu (20/6/2026).
Trump mengeklaim operasi mengawal puluhan kapal tanker itu dapat berjalan lancar karena militer AS sebelumnya telah melumpuhkan radar dan sistem pertahanan Iran dalam konflik yang berlangsung di kawasan tersebut.
Ia menambahkan, bahkan selama lebih dari 1 bulan, tidak ada pihak yang mengetahui asal-usul minyak yang diangkut melalui jalur pelayaran strategis tersebut.
"Selama lebih dari sebulan, tidak ada yang tahu," imbuhnya.
Senada dengan Trump, sebelumnya, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan operasi yang disebut "Proyek Kebebasan" telah berhasil mengawal sekitar 125 juta barel minyak melewati Selat Hormuz.
Pernyataan Trump muncul setelah berminggu-minggu pasar energi global mengalami gejolak menyusul perang antara AS-Israel terhadap Iran yang dimulai dengan serangan gabungan AS dan Israel ke Teheran, Sabtu (28/2/2026).
Trump Klaim Lalu Lintas Kapal Meningkat
Dalam kesempatan terpisah saat berbicara kepada personel Angkatan Udara AS sebelum bertolak dari Pangkalan Gabungan Andrews, Trump kembali menyinggung aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.
Ia mengeklaim jumlah kapal yang melintas meningkat drastis dan belum pernah terjadi sebelumnya. "Ada sekitar 700 kapal, dan mereka berceceran. Minyak berceceran di mana-mana," kata Trump.
Trump juga menegaskan kembali keyakinannya AS memiliki kekuatan militer terbaik di dunia. Selain membahas situasi di selat yang menjadi salah satu jalur distribusi energi terpenting di dunia tersebut, Trump juga menyinggung nota kesepahaman yang telah ditandatangani dengan Iran. Ia mengatakan Teheran memiliki waktu 60 hari untuk mencapai kesepakatan final.
"Kita memiliki kesepakatan yang ditandatangani tadi malam, 60 hari mereka (Iran) harus membuat kesepakatan; jika tidak, kita akan melakukan hal-hal yang tidak akan membuat mereka senang. Saya rasa itu tidak akan sampai ke sana. Jika kita melakukan itu, maka tiba-tiba, minyak tidak akan mengalir keluar dari selat," tegas Trump.
Sebagai informasi, Trump dan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, pada Rabu (17/6/2026) waktu setempat menandatangani Islamabad Memorandum of Understanding secara elektronik. Kesepakatan tersebut disebut bertujuan mengakhiri konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran, sekaligus menghentikan serangan Israel terhadap Lebanon.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
AS Sebut Tak Ada Bukti Iran Kembali Tutup Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Prabowo Minta Masa Tunggu Haji Lebih Singkat dari Saat Ini




