ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Boeing 747-8 Hadiah dari Qatar Jadi Armada Baru Perjalanan Dinas Trump

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:19 WIB
RA
RA
Penulis: Rizky Pradita Ananda | Editor: RP
Boeing 747-8.
Boeing 747-8. (AP Photo/Ted S Warren/File)

Washington, Beritasatu.com – Pesawat Boeing 747-8 yang dihadiahkan pemerintah Qatar kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi tiba di Pangkalan Gabungan Andrews dan rencananya akan digunakan untuk kebutuhan perjalanan resmi sang presiden.

Kedatangan pesawat tersebut diumumkan Angkatan Udara AS pada Jumat (19/6/2026) waktu setempat. Menurut keterangan resmi, pesawat yang telah dimodifikasi untuk kebutuhan kepresidenan itu kini memasuki tahap pengujian sebelum dapat dioperasikan secara penuh.

“Pesawat VC-25B Bridge Angkatan Udara telah resmi tiba di Grup Angkutan Udara Kepresidenan dan akan memulai penerbangan uji coba pertamanya, menandai keberhasilan pengiriman platform eksekutif yang aman dan telah dimodifikasi,” bunyi keterangan resmi Angkatan Udara AS, melansir Anadolu Agency, Sabtu (20/6/2026).

ADVERTISEMENT

Sekretaris Angkatan Udara AS Troy Meink menegaskan keselamatan dan keamanan presiden tetap menjadi prioritas utama dalam proses pengembangan dan pengujian pesawat tersebut.

“Keselamatan dan keamanan panglima tertinggi adalah prioritas utama kami,” kata Meink.

Ia menambahkan, proses modifikasi dan pengiriman pesawat menunjukkan kemampuan Angkatan Udara AS untuk bekerja secara cepat tanpa mengabaikan standar keselamatan dan kualitas.

“Upaya ini membuktikan Angkatan Udara AS dapat bergerak cepat tanpa mengorbankan kualitas, keamanan, atau keandalan,” tambahnya.

Menurut keterangan Angkatan Udara AS, penerbangan uji coba ini menjadi tahap akhir sebelum pesawat mendapatkan persetujuan operasional. Dalam proses tersebut, Gedung Putih akan melakukan validasi terhadap berbagai kemampuan misi yang dimiliki pesawat.

Setelah seluruh tahapan pengujian selesai dan dinyatakan memenuhi persyaratan, pesawat akan secara resmi bergabung dengan armada angkutan udara kepresidenan sebagai akomodasi agenda resmi Trump.  

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon