Trump Jaga Netanyahu Tetap Waras di Lebanon
Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:22 WIB
Istanbul, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Washington perlu menjaga Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar tetap sedikit waras dalam menghadapi situasi keamanan di Lebanon.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam cuplikan wawancara dengan Axios yang dipublikasikan pada Jumat (19/6/2026), seperti dinukil Anadolu. Meski menggambarkan hubungannya dengan Netanyahu berjalan baik, Trump mengeklaim memiliki pengaruh besar terhadap langkah-langkah militer Israel di kawasan.
Menurut Trump, para pejabat Israel cenderung mengikuti arahan yang diberikan Amerika Serikat sehingga Washington memiliki peran penting dalam mengendalikan eskalasi konflik. “AS harus menjaga Netanyahu tetap sedikit waras,” tegasnya.
Ia menegaskan dirinya mampu memengaruhi keputusan Israel terkait operasi militer di Lebanon. Dalam wawancara tersebut, Trump juga menyoroti dukungan militer yang diberikan Washington kepada Israel.
Ia menyebut Amerika Serikat memasok berbagai persenjataan strategis, termasuk pesawat pembom siluman B-2, yang memperkuat kemampuan pertahanan dan serangan Israel.
Trump bahkan mengulangi pernyataannya sebelumnya tanpa dukungan Amerika Serikat, Israel tidak akan mampu bertahan menghadapi berbagai ancaman di kawasan. “Tanpa Amerika Serikat, tidak akan ada Israel,” kata Trump.
Awal pekan ini, Trump mengungkapkan telah meminta Netanyahu untuk mengambil pendekatan yang lebih moderat dalam merespons ancaman keamanan di Lebanon. Menurutnya, respons militer yang berlebihan tidak selalu menjadi solusi terbaik dalam menghadapi kelompok Hizbullah.
Trump mencontohkan serangan udara Israel yang kerap menyasar wilayah permukiman di Lebanon dengan alasan memburu anggota Hizbullah. Ia menilai Israel tidak perlu menghancurkan sebuah bangunan setiap kali terdapat dugaan keberadaan anggota kelompok tersebut di dalamnya.
Pernyataan itu mencerminkan keinginan Trump untuk mendorong pendekatan yang lebih terukur guna mengurangi dampak kemanusiaan akibat konflik berkepanjangan di perbatasan Israel-Lebanon.
Gencatan Senjata Baru Berlaku
Komentar Trump muncul bertepatan dengan dimulainya gencatan senjata baru antara Israel dan Hizbullah yang mulai berlaku pada Jumat pukul 16.00 waktu setempat.
Kesepakatan tersebut tercapai setelah gelombang eskalasi terbaru yang menyebabkan puluhan korban jiwa pada kedua pihak. Konflik yang kembali memanas sejak awal tahun telah memperburuk kondisi keamanan di Lebanon selatan.
Berdasarkan data resmi yang dirilis otoritas terkait, operasi militer Israel di Lebanon sejak 2 Maret 2026 telah menewaskan 3.912 orang dan melukai 11.873 lainnya. Konflik tersebut juga memaksa lebih dari satu juta warga meninggalkan tempat tinggal mereka.
Hingga kini, Israel masih mempertahankan kehadiran militernya di sejumlah wilayah Lebanon selatan. Sebagian kawasan telah diduduki selama beberapa dekade, sedangkan wilayah lainnya dikuasai setelah pecahnya konflik terbaru.
Dalam operasi militer beberapa bulan terakhir, pasukan Israel dilaporkan telah bergerak lebih dari 10 kilometer ke dalam wilayah Lebanon.Pemberlakuan gencatan senjata terbaru diharapkan dapat meredakan ketegangan dan membuka ruang bagi upaya diplomasi untuk mencegah konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
BNN Minta Kemenkomdigi Blokir Situs Terindikasi Kejahatan Narkotika




