Alasan Trump Sebut Dirinya "Bos" di Depan Pemimpin Dunia Saat KTT G7
Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:51 WIB
Washington, Beritasatu.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akhirnya menjelaskan alasan di balik pernyataan dirinya "Saya adalah bosnya" yang viral saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Prancis. Trump mengeklaim ucapan itu dilontarkannya kepada para pemimpin dunia hanya sebagai candaan spontan.
Momen itu terjadi ketika Trump datang terlambat ke salah satu sesi pertemuan para pemimpin dunia di KTT G7. Saat memasuki ruang konferensi, ia melontarkan kalimat, "Saya bosnya", yang langsung disambut tawa oleh para pemimpin yang telah lebih dahulu hadir di ruangan pertemuan.
Dalam wawancara dengan Axios, Trump mengatakan pernyataan tersebut tidak dimaksudkan untuk menunjukkan arogansi dan klaim dirinya sebagai pemimpin dari para kepala negara yang hadir dalam forum internasional tersebut. Pernyataan tersebut dengan cepat menjadi sorotan internasional dan ramai diperbincangkan di berbagai media.
"Semuanya percaya. Tetapi saya hanya bercanda,” ujar Trump, dikutip dari India Today, Sabtu (20/6/2026).
Orang nomor satu di AS itu menegaskan, ia tak serius dengan gurauannya tersebut karena perkataannya hanya bertujuan mencairkan suasana dan menghadirkan sedikit humor dalam forum ekonomi dan ekonomi para pemimpin dunia yang bersifat formal tersebut.
"Yang terjadi adalah mereka semua pemimpin dunia sedang duduk, lalu saya masuk ke ruangan. Itu agak lucu karena ada meja yang sangat panjang, tetapi hanya ada tujuh orang. Meja itu dimaksudkan untuk sekitar 30 orang," kata Trump.
Trump menjelaskan, suasana ruangan saat itu membuatnya merasa seperti berada di tempat yang ideal untuk menyampaikan sebuah pidato. Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden Prancis Emmanuel Macron hingga Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi diketahui hadir dalam KTT G7.
"Mereka semua adalah tokoh-tokoh terkenal, bukan? Beberapa tokoh lain di sana, seperti yang Anda ketahui misalnya, PM Modi dari India adalah orang hebat. Banyak orang datang,” tambahnya.
Trump menekankan, ucapan itu hanya bentuk reaksi spontan ketika ia memasuki ruangan dan melihat para pemimpin dunia yang telah berkumpul.
"Saya masuk ke sana, bertemu para pemimpin dunia ini. Saya hanya menatap mereka dan berkata saya adalah bosnya dan itu dilakukan sebagai lelucon. Hal ini viral dan tersebar ke seluruh dunia. Saya tidak percaya dan tidak mencoba menjadi bos dari mereka," pungkas Trump.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
BNN Minta Kemenkomdigi Blokir Situs Terindikasi Kejahatan Narkotika




