Mendikdasmen Tinjau Digitalisasi Sekolah dan MBG di Wilayah 3T
Minggu, 21 Juni 2026 | 05:11 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Transformasi pendidikan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) terus menunjukkan perkembangan. Murid dan guru di Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara, kini mulai merasakan manfaat dari program revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, dan makan bergizi gratis (MBG).
Perkembangan tersebut dipantau langsung Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat mengunjungi SMP Negeri 1 Sitolu Ori dan SMP Negeri 3 Sitolu Ori, Sabtu (20/6/2026). Pada kunjungan itu, Abdul Mu’ti meninjau pemanfaatan papan tulis digital interactive flat panel (IFP) serta pelaksanaan program MBG di kedua sekolah.
Menurut Abdul Mu’ti, berbagai program tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh, mulai dari sarana pembelajaran hingga dukungan gizi bagi peserta didik.
“Tadi kami melihat langsung bagaimana program makan bergizi gratis sudah diterima oleh anak-anak. Mereka tampak jauh lebih berenergi dan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran di sekolah,” ujar Abdul Mu’ti.
Di SMP Negeri 1 Sitolu Ori yang memiliki 154 murid, pemerintah telah menghadirkan akses internet berbasis satelit Starlink, papan interaktif digital, serta dukungan pasokan listrik yang lebih stabil. Sekolah tersebut juga memperoleh bantuan pembangunan laboratorium dan rehabilitasi sejumlah ruang kelas.
Sementara itu, di SMP Negeri 3 Sitolu Ori yang menampung 176 murid, Abdul Mu’ti melakukan peletakan batu pertama proyek revitalisasi tahun anggaran 2026. Sekolah itu akan mendapatkan tambahan ruang kelas baru serta penataan lingkungan belajar yang lebih representatif.
Program tersebut mendapat respons positif dari para tenaga pendidik. Guru SMP Negeri 1 Sitolu Ori, Miteria Gea, menilai program MBG memberikan dampak nyata terhadap kondisi kesehatan dan semangat belajar siswa.
“Anak-anak sangat senang dan antusias setiap datang ke sekolah sejak adanya MBG. Kami juga melihat mereka jadi lebih jarang sakit dan jauh lebih bersemangat untuk belajar,” ungkap Miteria.
Hal serupa disampaikan Guru IPS SMP Negeri 3 Sitolu Ori, Intan Marshaulena. Menurutnya, dukungan asupan gizi menjadi faktor penting untuk meningkatkan kesiapan belajar anak-anak di wilayah 3T.
Pada sisi lain, para siswa juga menyambut baik rencana revitalisasi sekolah. Siswi kelas VIII SMP Negeri 3 Sitolu Ori, Jenny Anjelina Ziliwu, berharap fasilitas pendidikan yang lebih baik dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman bagi generasi berikutnya.
“Harapan kami, sekolah ini bisa segera diperbaiki agar teman-teman dan adik-adik kelas yang akan datang nanti bisa belajar dengan lingkungan yang jauh lebih baik,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mendikdasmen bersama Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu dan Anggota Komisi X DPR RI Sabam Sinaga turut mencanangkan kelanjutan program revitalisasi pendidikan di daerah tersebut.
Data Kemendikdasmen menunjukkan sebanyak 33 sekolah di Nias Utara telah direvitalisasi sepanjang 2025. Sementara itu, 21 sekolah lainnya dijadwalkan menjalani perbaikan pada tahun anggaran 2026.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




