ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Serangan Ukraina ke Rusia Buat Harga Minyak 13 September Naik

Sabtu, 13 September 2025 | 13:11 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Ilustrasi pengeboran lepas pantai yang menghasilkan minyak mentah.
Ilustrasi pengeboran lepas pantai yang menghasilkan minyak mentah. (Antara/Akbar Nugroho Gumay)

London, Beritasatu.com - Harga minyak dunia menguat pada Jumat (13/9/2025) setelah serangan pesawat tak berawak Ukraina menghentikan distribusi barang di salah satu pelabuhan terbesar Rusia di wilayah barat. Namun, penguatan tersebut terbatas karena kekhawatiran terhadap permintaan minyak Amerika Serikat (AS).

Harga minyak mentah Brent ditutup naik 62 sen atau 0,93% menjadi US$ 66,99 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS bertambah 32 sen atau 0,51% ke posisi US$ 62,69 per barel.

Pada awal perdagangan, harga minyak bereaksi terhadap serangan drone di pelabuhan Primorsk, barat laut Rusia, yang menghentikan operasi pemuatan minyak semalaman. Hal itu disampaikan seorang pejabat dari dinas keamanan Ukraina, SBU.

ADVERTISEMENT

“Serangan terhadap infrastruktur energi Rusia berpotensi menekan ekspor minyak mentah maupun produk olahan Rusia,” ujar analis UBS Giovanni Staunovo, dikutip dari Reuters.

Namun, kenaikan mulai menyusut setelah pelaku pasar kembali fokus pada revisi data ketenagakerjaan AS awal pekan ini, bersamaan dengan angka inflasi yang lebih tinggi. “Data ekonomi tidak mendukung reli. Tekanan lebih berat dan trennya cenderung bearish,” kata mitra Again Capital, John Kilduff.

Pasar juga menyoroti kemungkinan sanksi atau tarif dari pemerintahan Trump yang ditujukan untuk mengurangi pembelian minyak Rusia oleh India dan Tiongkok. “Jika benar ada tarif ke India dan Tiongkok yang merugikan ekspor, maka kita akan melihat barel Rusia menghilang dari pasar,” tambah Kilduff.

Sehari sebelumnya, patokan Brent turun 1,7% dan WTI terkoreksi 2%.

Sementara itu, Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan pasokan minyak global tahun ini akan naik lebih cepat dari ekspektasi, seiring rencana peningkatan produksi oleh kelompok OPEC+ yang terdiri dari negara-negara pengekspor minyak (OPEC) serta sekutunya termasuk Rusia.

Di sisi lain, OPEC dalam laporannya di hari yang sama tidak mengubah proyeksi pertumbuhan permintaan minyak tahun ini maupun tahun depan. OPEC menilai ekonomi global masih mempertahankan tren pertumbuhan yang solid.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pelemahan Rupiah Dinilai Mulai Tekan Harga Pangan hingga BBM

Pelemahan Rupiah Dinilai Mulai Tekan Harga Pangan hingga BBM

EKONOMI
Harga Solar BP Turun Jadi Rp 29.890 Per Liter

Harga Solar BP Turun Jadi Rp 29.890 Per Liter

EKONOMI
Harga Minyak 9 Mei Naik Lagi karena Konflik Iran-AS

Harga Minyak 9 Mei Naik Lagi karena Konflik Iran-AS

EKONOMI
Update Harga Minyak: Anjlok 4 Persen, Brent Jatuh ke Bawah US$ 100

Update Harga Minyak: Anjlok 4 Persen, Brent Jatuh ke Bawah US$ 100

EKONOMI
Harga BBM di AS Sudah Melonjak 50% Akibat Perang dengan Iran

Harga BBM di AS Sudah Melonjak 50% Akibat Perang dengan Iran

EKONOMI
Harga BBM Naik, Indomobil Sebut Minat Mobil Listrik Makin Tinggi

Harga BBM Naik, Indomobil Sebut Minat Mobil Listrik Makin Tinggi

OTOTEKNO

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon