ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Direktur PNBP Ditugaskan Kejar Target Penerimaan Negara

Kamis, 14 Juli 2016 | 15:51 WIB
RP
FH
Penulis: Rangga Prakoso | Editor: FER

Jakarta - ‎Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) optimis target penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor pertambangan tahun ini bisa tercapai. Adapun besaran target PNBP itu mencapai Rp 30,1 triliun.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian ESDM, Sujatmiko, mengatakan, salah satu upaya mencapai target PNBP dengan membentuk Direktorat PNBP. Nantinya, lanjut dia, Direktorat tersebut berada di bawah Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba).

"Tujuan pembentukan direktorat ini untuk meningkatkan penerimaan negara dari sektor minerba," kata Sujatmiko di Jakarta, Kamis (14/7).

Sujatmiko menuturkan, penerimaan negara dari sektor pertambangan selama ini diurus oleh pejabat eselon III alias Kepala Sub Direktorat di bawah Direktorat Pembinaan Program Minerba.

ADVERTISEMENT

Penerimaan negara, kata dia, belum optimal lantaran sebanyak 22 pegawai Subdit tersebut yang mengurusi penerimaan negara dari 34 pemegang Kontrak Karya, 74 pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan lebih dari 6.000 perusahaan lisensi Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang berstatus Clean and Clear (CnC).

"Kami optimis target PNBP tahun ini tercapai," ujarnya.

Pembentukan Direktorat PNBP tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM No. 13 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian ESDM.

Pada pasal 438 disebutkan Direktorat Penerimaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria, pemberian bimbingan teknis dan supervisi, evaluasi dan pelaporan, serta pengendalian dan pengawasan di bidang perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pengelolaan informasi penerimaan Mineral dan Batubara.

Berdasarkan catatan Beritasatu.com, target PNBP sektor pertambangan memang kerap sulit tercapai. Pada 2015 kemarin realisasi PNBP pertambangan mencapai Rp 29,631 triliun. Realisasi itu jauh dari target PNBP 2015 sebesar Rp 52,2 triliun. Faktor utamanya ialah melemahnya harga komoditas pertambangan sehingga produksi berkurang.

Realisasi PNBP hingga Mei 2016 mencapai Rp 10,5 triliun. Realisasi itu sekitar 34,88 persen dari target PNBP tahun ini yang mencapai Rp 30,1 triliun.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kejagung Setor Rp 11,42 T ke Negara, Purbaya: Bisa Tambal Defisit APBN

Kejagung Setor Rp 11,42 T ke Negara, Purbaya: Bisa Tambal Defisit APBN

EKONOMI
Purbaya Sebut Defisit APBN Tembus Rp 240 Triliun Per Maret 2026

Purbaya Sebut Defisit APBN Tembus Rp 240 Triliun Per Maret 2026

EKONOMI
Kementerian ESDM Prediksi Harga Nikel Bakal Stabil di US$ 19.000

Kementerian ESDM Prediksi Harga Nikel Bakal Stabil di US$ 19.000

EKONOMI
PNBP Migas Turun Tak Capai Target, Bahlil: Harga Komoditas Lagi Turun

PNBP Migas Turun Tak Capai Target, Bahlil: Harga Komoditas Lagi Turun

EKONOMI
Defisit Melebar, Penerimaan Tertekan Penurunan ICP dan PNBP Energi

Defisit Melebar, Penerimaan Tertekan Penurunan ICP dan PNBP Energi

EKONOMI
Menghadap Prabowo, Bahlil Bahas Capaian PNBP dan Lifting Minyak

Menghadap Prabowo, Bahlil Bahas Capaian PNBP dan Lifting Minyak

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon