ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Purbaya Sebut Defisit APBN Tembus Rp 240 Triliun Per Maret 2026

Senin, 6 April 2026 | 12:43 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Purbaya Yudhi Sadewa
Purbaya Yudhi Sadewa (Antara/Dhemas Reviyanto)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Maret 2026 mengalami defisit sebesar Rp 240,1 triliun atau setara 0,93% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Defisit ini terjadi karena realisasi belanja negara pada awal tahun lebih tinggi dibandingkan pendapatan. Hingga Maret 2026, pendapatan negara tercatat Rp 574,9 triliun atau sekitar 18,2% dari target APBN sebesar Rp 3.153,6 triliun. Sementara itu, belanja negara mencapai Rp 815 triliun atau sekitar 21,2% dari pagu Rp 3.842,7 triliun.

“Ketika ada defisit, masyarakat tidak perlu kaget karena memang APBN dirancang dalam kondisi defisit,” ujar Purbaya dalam rapat bersama Komisi XI DPR, Senin (6/4/2026).

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan, pemerintah kini mengubah pola belanja agar lebih merata sepanjang tahun. Strategi ini bertujuan mempercepat dorongan fiskal ke perekonomian sejak awal tahun anggaran.

Menurutnya, distribusi belanja yang lebih merata menyebabkan defisit pada triwulan pertama tahun ini menjadi lebih besar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sebagai perbandingan, pada Maret 2025 defisit APBN tercatat sebesar Rp 99,8 triliun atau sekitar 0,41% terhadap PDB. Artinya, defisit pada Maret 2026 meningkat sekitar 140,5% secara tahunan.

Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan defisit APBN 2026 sebesar Rp 689,1 triliun atau setara 2,68% terhadap PDB.

Dari sisi penerimaan, realisasi pendapatan negara hingga awal tahun menunjukkan tren positif. Hingga Februari 2026, penerimaan mencapai Rp 358 triliun, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 317,4 triliun.

Perinciannya, penerimaan perpajakan mencapai Rp 462,7 triliun atau sekitar 17,2% dari target Rp 2.693,7 triliun. Sementara itu, penerimaan kepabeanan dan cukai tercatat Rp 67,9 triliun atau 20,2% dari target Rp 336 triliun. Adapun penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp 112,1 triliun atau sekitar 24,4% dari target Rp 459,2 triliun.

Di sisi pengeluaran, belanja negara hingga akhir Maret 2026 mencapai Rp 815 triliun, mencerminkan percepatan realisasi belanja pemerintah di awal tahun.

Selain itu, defisit keseimbangan primer tercatat sebesar Rp 95,8 triliun. Dalam APBN 2026, pemerintah menargetkan keseimbangan primer berada pada level Rp 89,7 triliun sepanjang tahun.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pemerintah dan BI Perkuat Sinergi agar Rupiah Kembali Menguat

Pemerintah dan BI Perkuat Sinergi agar Rupiah Kembali Menguat

EKONOMI
APBN KiTa Edisi Juni 2026

APBN KiTa Edisi Juni 2026

MULTIMEDIA
Defisit APBN Rp 180,4 Triliun, Purbaya Pastikan Fiskal Tetap Aman

Defisit APBN Rp 180,4 Triliun, Purbaya Pastikan Fiskal Tetap Aman

EKONOMI
Banyak Berita Negatif, Purbaya Bongkar Data Terbaru Arus Modal Asing

Banyak Berita Negatif, Purbaya Bongkar Data Terbaru Arus Modal Asing

EKONOMI
Gerindra Bela Bantuan 1.098 Sapi Kurban Prabowo dari APBN

Gerindra Bela Bantuan 1.098 Sapi Kurban Prabowo dari APBN

NASIONAL
Bahlil: PNBP Energi Sudah Capai 40 Persen Target APBN 2026

Bahlil: PNBP Energi Sudah Capai 40 Persen Target APBN 2026

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon