Semester I, Laba Pertamina Melonjak Tajam Jadi US$ 1,83 Miliar
Kamis, 25 Agustus 2016 | 17:38 WIB
Jakarta - PT Pertamina (Persero) meraih laba bersih sebesar US$ 1,83 miliar hingga semester pertama 2016, naik 221 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan kinerja operasi dan efisiensi dari berbagai inisiatif menjadi pemicu kenaikan laba perseroan.
Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan, situasi industri minyak dan gas (migas) global masih terus berfluktuasi sehingga menuntut perusahaan migas melakukan berbagai upaya untuk mengatasi tantangan. Di sisi lain, Pertamina sebagai perusahaan migas nasional (national oil company/NOC) ikut bertanggung jawab memastikan pasokan energi dalam kondisi aman untuk ketahanan energi nasional.
"Dua kondisi tersebut melahirkan berbagai inisiatif yang bermuara pada peningkatan kinerja, efisiensi di segala lini dan upaya penciptaan nilai tambah dari hulu ke hilir," kata Dwi dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (25/8).
Dwi menuturkan Pertamina terus fokus dalam mengimplementasikan lima pilar strategi prioritas perusahaan, yaitu pengembangan sektor hulu, efisiensi di semua lini, peningkatan kapasitas kilang dan petrochemical, pengembangan infrastruktur dan marketing, serta perbaikan struktur keuangan. Sepanjang semester I-2016 Pertamina membukukan pendapatan sebesar US$ 17,19 miliar.
Kinerja hulu pada periode semester I-2016 ini mencapai 640.000 barel setara minyak per hari (BOEPD) yang terdiri dari 305.000 barel per hari (Bph) minyak dan 1.938 MMSCFD gas. "Pencapaian tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 16,4 persen dibandingkan tahun lalu," ujar Dwi.
Beberapa investasi hulu juga telah terealisasi, seperti pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Ulubelu 3 1x55 megawatt (MW) yang telah masuk ke sistem dan melistriki masyarakat. Kemajuan pesat juga terjadi pada proyek Lumut Balai 2x55 MW dengan tingkat kemajuan di atas 46 persen.
Adapun, transportasi gas mencapai 262 BSCF atau turun tipis sekitar 1 persen terhadap realisasi pada periode yang sama tahun lalu. Adapun penjualan gas perusahaan mencapai 338 ribu BBTU.
Breakthrough Project 2016 yang ditargetkan mencapai US$ 838 juta hingga akhir Juni tercatat senilai US$ 1,21 miliar. Capaian tersebut setara dengan 145 persen terhadap target perusahaan. Hingga akhir tahun, dampak finansial yang terdiri dari efisiensi dan penciptaan nilai tambah ditargetkan sebesar US$ 1,64 miliar.
Efisiensi biaya operasi hulu sebesar US$ 595 juta yang menjadi penyokong utama bagi realisasi Breakthrough Project 2016 mencerminkan strategi perusahaan untuk fokus pada lapangan-lapangan kerja yang memberikan dampak finansial besar bagi perusahaan.
Pertamina juga berhasil menekan biaya pokok produksi kilang yang sebelumnya berada di kisaran 98,2 persen MOPS, hingga akhir Juni 2016 turun menjadi 97,5 persen sehingga menjadikan harga produk kilang Pertamina lebih kompetitif. Yield valuable product kilang juga meningkat dari semula di kisaran 72,75 persen pada tahun lalu menjadi 78,65 persen.
Adapun, penjualan bahan bakar minyak (BBM) dan non BBM relatif stabil dibandingkan dengan tahun lalu. Penjualan BBM pada semester I-2016 mencapai 31,6 juta kiloliter (KL) atau naik tipis sekitar 5,3 persen. Namun, Pertamina berhasil melakukan penetrasi berbagai varian produk BBM, seperti Pertalite yang penjualannya telah mencapai 1,2 juta KL, dan diperkenalkannya Pertamax Turbo kepada konsumen di Eropa dan di Tanah Air, selain juga terus meningkatkan penjualan BBK Pertamax Series.
Pengembangan infrastruktur terus dilakukan Pertamina baik infrastruktur gas, pengolahan dan pemasaran. Beberapa proyek seperti pipa gas Arun-Belawan-KIM-KEK, Muara Karang-Muara Tawar, Gresik-Semarang, Porong-Grati telah mencapai kemajuan di atas 80 persen. Infrastruktur pengolahan juga terus dipercepat, meliputi RDMP Kilang Balikpapan yang memasuki fase penuntasan Basic Engineering Design parallel pembangunan bangunan penunjang dan pengadaan long lead item, RDMP Cilacap dalam tahap Front End Engineering Design, GRR Tuban dalam masa penuntasan Bankable Feasibility Study.
Sementara itu, beberapa proyek infrastruktur pemasaran kini memasuki tahapan-tahapan akhir, seperti TBBM Pulau Sambu dan Tanjung Uban, penyelesaian kapal pengangkut BBM dan minyak mentah tipe General Purposes (GP) dan Medium Range (MR) dengan di antaranya ditargetkan diterima pada kuartal ke4 2016. Pertamina juga menuntaskan proyek DPPU Soekarno-Hatta, Jakarta dan Hassanuddin Makassar.
-_-
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
Persiapkan Pemimpin Masa Depan, Pertamina Goes to Campus 2026 Siap Jelajahi Kampus-Kampus di Indonesia
EKONOMIBERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




