Indeks Keyakinan Konsumen Turun
Senin, 21 Mei 2012 | 15:20 WIB
Turunnya keyakinan konsumen yang sedikit itu merefleksikan beragam pendapat dari berbagai kalangan di masyarakat yang saling menarik ke arah yang berbeda-beda
Survey yang dilakukan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan Roy Morgan mengungkapkan keyakinan Konsumen Indonesia turun 2,9 poin di bulan Mei dari titik 139,6. Penurunan ini diakibatkan oleh kekhawatiran akibat dampak krisis Eropa yang bisa mempengaruhi perekonomian Indonesia.
Ketua Kadin Suryo Bambang Sulisto menyatakan, turunnya keyakinan konsumen yang sedikit itu merefleksikan beragam pendapat dari berbagai kalangan di masyarakat yang saling menarik ke arah yang berbeda-beda.
"Tidak ada peristiwa negatif selama April di pasar domestik yang dapat menimbulkan kekhawatiran," ujar dia di Jakarta, hari ini.
Namun, berita di media mengenai tragedi Yunani membuat beberapa kalangan ekonomi konsumen agak cemas. Situasi yang bergejolak akan tetap ada untuk waktu yang agak lama. Walaupun demikian, tingkat keyakinan konsumen Indonesia tetap berada pada tingkat luar biasa.
"Ini adalah konfirmasi bahwa keadaan konsumen Indonesia dalam keadaan cerah, meskipun secara global keadaan suram,” kata dia
Semua komponen keyakinan konsumen bulan ini menurun, kecuali ekspektasi rakyat mengenai keadaan keuangan satu tahun ke depan.
Meski turun, namun sebagian besar orang Indonesia (84 persen turun 3 poin) tetap optimistis bahwa perekonomian Indonesia akan mengalami ‘masa yang baik' selama lima tahun ke depan, dibandingkan 15 persen (naik 2 poin) mengatakan perekonomian akan mengalami ‘masa buruk'.
Survei Tingkat keyakinan Konsumen KADIN-Roy Morgan dilaporkan setiap bulan, didasarkan pada wawancara tatap-muka dengan 2004 responden, di seluruh Indonesia bukan hanya di kota besar.
Survei ini dilakukan di 21 Kota Besar, 22 Kota kecil dan desa di sekitarnya, yang secara statistik mewakili seluruh Indonesia. Laki-laki dan perempuan umur 14 tahun ke atas dipilih secara random selama bulan April 2012.
Survey yang dilakukan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan Roy Morgan mengungkapkan keyakinan Konsumen Indonesia turun 2,9 poin di bulan Mei dari titik 139,6. Penurunan ini diakibatkan oleh kekhawatiran akibat dampak krisis Eropa yang bisa mempengaruhi perekonomian Indonesia.
Ketua Kadin Suryo Bambang Sulisto menyatakan, turunnya keyakinan konsumen yang sedikit itu merefleksikan beragam pendapat dari berbagai kalangan di masyarakat yang saling menarik ke arah yang berbeda-beda.
"Tidak ada peristiwa negatif selama April di pasar domestik yang dapat menimbulkan kekhawatiran," ujar dia di Jakarta, hari ini.
Namun, berita di media mengenai tragedi Yunani membuat beberapa kalangan ekonomi konsumen agak cemas. Situasi yang bergejolak akan tetap ada untuk waktu yang agak lama. Walaupun demikian, tingkat keyakinan konsumen Indonesia tetap berada pada tingkat luar biasa.
"Ini adalah konfirmasi bahwa keadaan konsumen Indonesia dalam keadaan cerah, meskipun secara global keadaan suram,” kata dia
Semua komponen keyakinan konsumen bulan ini menurun, kecuali ekspektasi rakyat mengenai keadaan keuangan satu tahun ke depan.
Meski turun, namun sebagian besar orang Indonesia (84 persen turun 3 poin) tetap optimistis bahwa perekonomian Indonesia akan mengalami ‘masa yang baik' selama lima tahun ke depan, dibandingkan 15 persen (naik 2 poin) mengatakan perekonomian akan mengalami ‘masa buruk'.
Survei Tingkat keyakinan Konsumen KADIN-Roy Morgan dilaporkan setiap bulan, didasarkan pada wawancara tatap-muka dengan 2004 responden, di seluruh Indonesia bukan hanya di kota besar.
Survei ini dilakukan di 21 Kota Besar, 22 Kota kecil dan desa di sekitarnya, yang secara statistik mewakili seluruh Indonesia. Laki-laki dan perempuan umur 14 tahun ke atas dipilih secara random selama bulan April 2012.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




