ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BPPT Dorong Pengoptimalan Biodiesel B20

Selasa, 25 September 2018 | 21:18 WIB
AR
YD
Penulis: Ari Supriyanti Rikin | Editor: YUD
Petugas SPBU Pertamina mengisikan bahan bakar jenis Biosolar ke kendaraan roda empat di SPBU Jakarta
Petugas SPBU Pertamina mengisikan bahan bakar jenis Biosolar ke kendaraan roda empat di SPBU Jakarta (IDphoto /Emral Firdiansyah)

Jakarta - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mendorong agar pemanfaatan bahan bakar nabati salah satunya biofuel B20 dapat dioptimalkan. Biofuel bisa dijadikan alternatif ketika cadangan sumber energi dari fosil semakin menipis.

Biofuel adalah bahan bakar nabati, bisa berasal dari biomassa kelapa sawit. Salah satu jenis biofuel adalah biodiesel.

Deputi Bidang Teknologi Informasi Energi dan Material BPPT Eniya Listyani Dewi mengatakan, pemanfaatan bioenergi sebagai energi terbarukan belum optimal padahal potensinya besar.

"Implementasi B20 sejauh ini sudah berhasil meskipun ada beberapa kendala," katanya di sela-sela Dialog Nasional bertema Implementasi Biofuel sebagai Solusi Penyediaan Bahan Bakar di Indonesia, di Jakarta, Selasa (25/9).

ADVERTISEMENT

Kendala tersebut lanjut Eniya terjadi dalam handlingnya selama transportasi dan storage, sehingga diperlukan adanya suatu standar transportasi dan storage yang dapat menjamin kualitas dan kontinuitas penyediaan dan penerapan B20.

Eniya menjelaskan, perawatan storage atau tangki harus diperhatikan. BPPT pun melakukan kaji terap teknologi storage dan uji standar biodiesel.

Menurutnya, ada tangki bahan bakar yang tidak pernah dikuras bertahun-tahun, maka tidak bisa serta merta diisi biodiesel. Jika kondisi itu terjadi maka mesin akan kotor dan bisa mati beroperasi.

"Jadi kerap kali terjadi seperti itu. Yang disalahkan biodieselnya. Padahal biodieselnya tidak bermasalah yang justru bermasalah storage dan filternya," ucapnya.

Eniya menyebut pemanfaatan biodiesel di sektor transportasi bisa berpeluang besar. BPPT juga mendorong di perkapalan untuk mendukung tol laut di masa mendatang, dan sektor tambang, pemanfaatan biodiesel digenjot.

"Dari lahan sawit yang ada produktivitasnya bisa ditingkatkan," ujarnya.

Saat ini, kapasitas terpasang bahan bakar nabati (BBN) untuk jenis biodiesel telah mencapai 12 juta kilo liter (kL) per tahun, sedangkan kapasitas terpasang untuk BBN jenis bioethanol yang siap produksi 200.000 kL per tahun (fuel grade ethanol).

Sejak 1 Januari 2016 telah diimplementasikan B20 pada bahan bakar solar bersubsidi, sedangkan penerapan pada sektor yang lain diterapkan mulai 1 September 2018. Penerapan biodiesel hingga mencapai tahap B20 tentunya telah melalui berbagai tahapan riset, pengembangan, sosialiasi, dukungan kebijakan, maupun monitoring dan evaluasi.

"Langkah-langkah ini harus semakin diperkuat dalam rangka implementasi B30 yang akan diimplementasikan mulai 1 Januari 2020," ungkap Eniya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon