BPS: Inflasi Mei 0,07 Persen
Jumat, 1 Juni 2012 | 09:56 WIB
Pada bahan makanan dan sandang terjadi deflasi.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi pada bulan Mei 2012 sebesar 0,07 persen
"Inflasi Mei rendah karena terjadi deflasi di bahan makanan dan sandang," ujar Kepala BPS Suryamin di Jakarta, hari ini.
Sementara inflasi pada April 2012 mencapai 0,21 persen karena kenaikan harga beberapa komoditas pangan di daerah.
Menurut Suryamin, harga cabai rawit dan beras mengalami penurunan menyusul melimpahnya pasokan dan masa panen di beberapa daerah.
"Harga cabai rawit turun rata-rata 10-60 persen, sedangkan beras menyumbang deflasi karena masa panen masih terjadi," kata Suryamin.
Bahan makanan lain yang menyumbang deflasi adalah ikan segar. Cuaca akhir-akhir ini bagus untuk melaut, sehingga harga ikan segar turun.
Sementara harga bawang merah, daging ayam ras, gula pasir dan rokok kretek filter mengalami kenaikan, sehingga masih dominan menjadi faktor penyumbang inflasi terbesar pada Mei. "Kenaikan harga akibat kurangnya pasokan barang dan terjadi paceklik di beberapa tempat," katanya.
Secara keseluruhan laju inflasi Mei disumbangkan deflasi bahan makanan sebesar 0,15 persen dan sandang 0,22 persen serta inflasi makanan jadi, minuman, rokok tembakau 0,4 persen serta perumahan, air listrik gas dan bahan bakar 0,18 persen. Sedangkan harga emas perhiasan juga mengalami penurunan.
Dengan demikian, laju inflasi tahun kalender Januari Mei tercatat 1,15 persen dan secara tahunan (year on year) 4,45 persen. Sementara, inflasi komponen inti mencapai 0,18 persen dan secara tahunan (year on year) 4,14 persen.
Menurut Suryamin, dari 66 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) sebanyak 37 kota mengalami inflasi dan 29 kota mengalami deflasi.
Inflasi tertinggi terjadi di Pontianak sebesar 0,93 persen dan Dumai 0,76 persen, sementara inflasi terendah terjadi di Balikpapan 0,04 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Pangkal Pinang minus 1,15 persen dan Jayapura minus 0,94 persen.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi pada bulan Mei 2012 sebesar 0,07 persen
"Inflasi Mei rendah karena terjadi deflasi di bahan makanan dan sandang," ujar Kepala BPS Suryamin di Jakarta, hari ini.
Sementara inflasi pada April 2012 mencapai 0,21 persen karena kenaikan harga beberapa komoditas pangan di daerah.
Menurut Suryamin, harga cabai rawit dan beras mengalami penurunan menyusul melimpahnya pasokan dan masa panen di beberapa daerah.
"Harga cabai rawit turun rata-rata 10-60 persen, sedangkan beras menyumbang deflasi karena masa panen masih terjadi," kata Suryamin.
Bahan makanan lain yang menyumbang deflasi adalah ikan segar. Cuaca akhir-akhir ini bagus untuk melaut, sehingga harga ikan segar turun.
Sementara harga bawang merah, daging ayam ras, gula pasir dan rokok kretek filter mengalami kenaikan, sehingga masih dominan menjadi faktor penyumbang inflasi terbesar pada Mei. "Kenaikan harga akibat kurangnya pasokan barang dan terjadi paceklik di beberapa tempat," katanya.
Secara keseluruhan laju inflasi Mei disumbangkan deflasi bahan makanan sebesar 0,15 persen dan sandang 0,22 persen serta inflasi makanan jadi, minuman, rokok tembakau 0,4 persen serta perumahan, air listrik gas dan bahan bakar 0,18 persen. Sedangkan harga emas perhiasan juga mengalami penurunan.
Dengan demikian, laju inflasi tahun kalender Januari Mei tercatat 1,15 persen dan secara tahunan (year on year) 4,45 persen. Sementara, inflasi komponen inti mencapai 0,18 persen dan secara tahunan (year on year) 4,14 persen.
Menurut Suryamin, dari 66 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) sebanyak 37 kota mengalami inflasi dan 29 kota mengalami deflasi.
Inflasi tertinggi terjadi di Pontianak sebesar 0,93 persen dan Dumai 0,76 persen, sementara inflasi terendah terjadi di Balikpapan 0,04 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Pangkal Pinang minus 1,15 persen dan Jayapura minus 0,94 persen.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




