Siloam Catat Kenaikan Pendapatan Operasional Bruto 18,2%
Selasa, 30 April 2019 | 19:46 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) mencatat pendapatan operasional bruto sebesar Rp 1,71 triliun pada kuartal pertama 2019, meningkat 18,2% dibandingkan dengan periode yang sama 2018.
Perseroan juga melaporan pendapatan operasional bersih sejumlah Rp 1,29 triliun di periode yang sama, atau naik 19,0% dibandingkan 2018.
Pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) meningkat sebesar 27,0% menjadi Rp 231 miliar.
Pendapatan dari perusahaan dan asuransi menjadi kontributor pendapatan terbesar dengan pertumbuhan tercepat, yaitu sebesar 28,2% di kuartal pertama 2019 dengan kontribusi 37,3% dari keseluruhan pendapatan.
Pendapatan dari BPJS dan OPE meningkat masing-masing sebesar 23,2% dan 6,1% pada kuartal pertama 2019 dibandingkan periode yang sama 2018 dan berkontribusi masing-masing sebesar 27,3% dan 35,4% dari total pendapatan.
"Siloam terus menjaga dan mengembangkan hubungan baik dengan penyedia asuransi dan perusahaan. Hubungan yang semakin mendalam dan baik menjadi dasar keyakinan Perseroan akan peningkatan kontribusi pendapatan dari kedua segmen tersebut," bunyi keterangan pers perseroan yang diterima redaksi, Selasa (30/4/2019).
Dengan meningkatnya pertumbuhan kedua segmen ini, manajemen berharap akan berujung pada pertumbuhan tingkat pertumbuhan pendapatan, kestabilan biaya, dan perluasan margin.
Doctor’s Fees tercatat sebesar 24,5% dari pendapatan operasional bruto, dibandingkan 25,0% pada kuartal pertama 2018.
Material Cost tercatat sebesar 40,4% dari pendapatan operasional bersih dibandingkan 40,7% tahun lalu. Kemudian OPEX tercatat 31,7% dari pendapatan operasional bersih dibandingkan 32,9% pada tahun sebelumnya. Karena itu, marjin EBITDA membaik dari 12.6% pada kuartal pertama 2018 menjadi 13,5% pada kuartal pertama 2019.
Penurunan bertahap pada biaya sebagai presentase dari pendapatan pada kuartal pertama 2019 dibandingkan kuartal pertama 2018 merupakan hasil dari manejemen biaya yang baik, demikian pernyataan perseroan.
Siloam juga menerapkan sistem pelaporan berdasarkan CEO regional untuk meningkatkan efisiensi dalam pengawasan dan akuntabilitas, serta mempercepat proses pengambilan keputusan.
"Struktur manajemen kami yang baru dan usaha terbaru untuk membangun hubungan yang baik dengan penyedia asuransi dan perusahaan mendorong pertumbuhan pendapatan di 1Q19," kata Presiden Direktur Siloam Ketut Budi Wijaya.
"Kami akan terus menumbuhkan marjin bisnis kami. Struktur CEO regional kami juga sukses menghasilkan penurunan biaya secara keseluruhan di 1Q19. Kami telah memulai tahun ini dengan langkah yang kuat dan manajemen akan terus fokus untuk memberikan hasil yang memuaskan untuk para pemegang saham di tahun 2019."
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




