Bamsoet Resmi Jadi Komisaris Independen Siloam International Hospital
Selasa, 12 Mei 2026 | 16:50 WIB
Tigaraksa, Beritasatu.com - Bambang Soesatyo atau Bamsoet resmi bergabung dalam jajaran dewan komisaris PT Siloam International Hospitals Tbk sebagai komisaris independen menggantikan Kartini Syahrir. Perubahan susunan komisaris tersebut diputuskan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) tahun buku 2025 yang digelar Selasa (12/5/2026).
RUPST berlangsung di lobi Mochtar Riady Institute for Nanotechnology, Lippo Village, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten. Pada rapat tersebut, Yasonna H Laoly tetap menjabat sebagai presiden komisaris bersama Andy Nugroho Purwohardono dan Sigit Prasetya sebagai komisaris.
Sementara itu, posisi komisaris independen kini ditempati James Tobias Hall dan Bambang Soesatyo.
Pada jajaran direksi, David Utama masih dipercaya sebagai Presiden Direktur bersama Atiff Ibrahim Gill, Benny Haryanto Djie, Gabriele Isacco Tironi, Phua Meng Kuan, Richard Kidarsa, dan Surya Tatang.
Pada laporan kinerja perseroan, Siloam mencatat pendapatan sebesar Rp 12,8 triliun sepanjang 2025 atau tumbuh 5,2% secara tahunan (year on year/YoY). EBITDA meningkat 18,3% yoy menjadi Rp 2,8 triliun, sedangkan laba bersih naik 22,5% yoy menjadi Rp 1,1 triliun.
Presiden Direktur Siloam David Utama mengatakan, pertumbuhan tersebut ditopang penerapan strategi archetype yang memperkuat kemampuan klinis, optimalisasi alokasi modal, serta efisiensi sumber daya operasional di seluruh jaringan rumah sakit Siloam.
"Langkah tersebut menjadi bagian awal transformasi jangka panjang perusahaan dalam menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas dan mudah diakses masyarakat Indonesia," ucapnya.
Sebagai bagian dari ekspansi bisnis, Siloam mulai mengoperasikan Siloam Hospitals Surabaya Mochtar Riady Center for Advanced Care (MRCAC). Perseroan juga melakukan soft launching perluasan Siloam Hospitals Makassar.
Selain itu, Siloam memperkenalkan teknologi medis terbaru, termasuk sistem CT-LINAC terintegrasi pertama di Asia Tenggara untuk mendukung layanan precision oncology.
Pada RUPST tersebut, pemegang saham juga menyetujui keputusan perseroan untuk tidak membagikan dividen tahun buku 2025. Seluruh laba bersih akan dialokasikan sebagai laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha dan ekspansi layanan kesehatan perusahaan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




